Kamis, 10 September 2009

Refleksi 64 tahun kemerdekaan

Hari ini, Indonesia telah merdeka yang ke 64, jika di analogikan dengan usia seorang manusia,, mungkin sudah tua dan usia pensiun…kita telah merayakan dirgahayu kemerdekaan bangsa ini selama 64 kali rekan2,,, lalu sudahkah kita syukuri nikmat kemerdekaan bangsa ini? Sudahkah? Ingat rekan2 semua, bangsa ini merdeka bukan hanya dengan santai dan leha2 apalagi bermanja2, bangsa inimendapatkan kemerdekaannya bukan karena hadiah, tapi bangsa ini menerima kemerdekaannya dengan PERJUANGAN..,.. dengan darah!!!! Lalu apa yang telah kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan bangsa kita tercinta ini?,.,.
Jika kalian ditanya, apakah arti sebuah kemerdekaan? Merdeka berarti bebas dari semua jenis penjajahan bangsa dalam bentuk apapun, baik itu fisik, pemikiran, ekonomi, politik, budaya dan lain sebagainya…
Lalu jika sekarang kita ditanya, apakah benar Indonesia kioni telah merdeka dengan sebenar2nya makna merdeka? Jawabannya belum rekan2 semua,,,belum..
Merdeka secara fisik mungkin adalah benar, iya, tapi secara pemikiran, politik, budaya, ekonomi, kita masih terjajah rekan2 semua…
Lihatlah ekonomi kita, saat ini kita di jajah oleh lembaga keuangan asing dengan IMFnya, kita dibuai untuk mati dalam belitan hutang, kita di jajah dengan hutang yang terus melilit bangsa ini, ga cukup dengan itu, perekonomian kita juga dijajah dengan banjirnya produk2 luar negeri yang mematikan kemandirian dan produk2 dalam negeri,,, bangsa ini lebih bangga dan bahagia jika memakai produk luar negeri, apakah itu yang dinamakan kemerdekaan?
Lihat politik kita, bahkan suara kutukan2 kita terhadap kekejian Israel terhadap gaza, terhadap libanaon hanya dianggap angin lalu,, martabat kita dikesampingkan oleh bangsa2 internasional! Padahal dulu, 64 tahun yang lalu, kisah kejayaan dan kemerdekaan dan perjuangan bangsa ini,, telah menjadi suimber inspirasi bangsa2 di dunia untuk menjadikan bangsa2nya merdeka.,., tapi lihat kini? Bahkan untuk mempertahankan kekayaan budaya yang kita miliki saja sungguh sangat berat, batik, reog ponorogo, angklung semuanya di cap dan dipatenkan sebangai kebudayaan asli bangsa tetangga, yang padahal jelas2 itu merupakan budaya asli Indonesia, tapi kita tak mampu berbuat apa2,,, lalu apakah kita bisa disebut merdeka dalam berbudaya? Tidak rekan2 semua, kini kita terjajah kembali!!!
Kita di didik ,dikondisikan dan dilenakan untuk menjadi insan2 yang patuh,,, orang2 yang hanya diam dan menjadi konsumen ulung, kita menjadi orang2 yang hanya diam.,,.,.,
Lalu apakah kini kita masih akan diam? Setelah kita mengetahui keadaan bangsa kita? Bangkit kawan2 semua,,,jika dulu para pejuang terdahulu bangkit melawan dengan bamboo runcingnya,,, sekarang, buktikan, dan lawan penjajahan pemikiran terhadap bangsa ini dengan pena dan suara rekan2 semua, dengan karya-karya rekan2 semua,,,jangan ragu dan takut untuk mengatakan yang benar jika memang itu benar.,,.,, hidup mahasiswa Indonesia!!!!
Buktikan perlawananmu dengan karya2 besarmu, dan jangan pernah bermimpi untuk menjadi orang2 besar,,, jika dulu bangsa ini pernah menjadi salah satu bangsa yang disegani oleh bangsa2 lain, pernah menjadi macan asia, buktikan,,,mari ciptakan lagi supermasi kejayaan bangsa ini dengan karya2 produktif kita….
Ingat rekan2 semua,,, kita bukanlah dididik menjadi pekerja, bukan menjadi buruh, yang hanya sibuk dibangku perkuliahan dan menikmati panggung akademis dan setelah itu memohon untuk diterima bekerja,.ingat kawan2,,,di fakultas teknik, kita bukan dididik menjadi pekerja,,, tapi menjadi orang2 yang mandiri, yang mampu membuka lowongan pekerjaan dan berpegang teguh pada idealismenya, untuk sama2 membangun Indonesia yang lebih baik dan bermartabat!!!! (Miftah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar