<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456</id><updated>2012-02-16T17:52:12.217+07:00</updated><title type='text'>Arsitek Peradaban</title><subtitle type='html'>Kami ingin agar bangsa ini mengetahui,
bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci,
bersih dari ambisi pribadi,
bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu,

kami tidak mengharap sesuatupun dari manusia, tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas,
apalagi sekedar ucapan terimakasih.,
yang kami harap adalah terbentuknya INDONESIA yang lebih baik dan bermartabat, serta kebaikan dari allah  pencipta alam semesta...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-8378345646837597450</id><published>2010-12-07T08:27:00.000+07:00</published><updated>2010-12-07T08:27:15.589+07:00</updated><title type='text'>Senantiasa Berkhusnudzon Kepada Allah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;ni dari temen., smoga bermanfaat...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TP2M02ZUd9I/AAAAAAAAADw/P9_7sbamvMw/s1600/khusnudzon.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="162" src="http://3.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TP2M02ZUd9I/AAAAAAAAADw/P9_7sbamvMw/s320/khusnudzon.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kisah ini tentang seorang laki-laki paruh baya miskin dan keluarganya. Meskipun hidup miskin dan serba kekurangan tapi laki-laki ini ingin menafkahkan hartanya di jalan Allah. Dia tidak keberatan hidup miskin di dunia karena dia tahu harta yang dinafkahkan di jalan Allah kelak akan memudahkan jalannya di akhirat nanti. Hmmm.. sangat berbeda ya dengan orang-orang jaman sekarang? Semua berlomba-lomba mengumpulkan harta. Tidak peduli halal atau haram.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Uang yang didapat dari hasil laki-laki itu bekerja dikumpulkan sedikit demi sedikit dan akhirnya dia dan keluarganya sepakat untuk membeli kuda uang tersebut. Kuda tersebut dipelihara supaya bisa digunakan sebagai kuda perang yang tangguh dan dia berharap kuda tersebut bisa berguna dalam jihad&amp;nbsp;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;fisabilillah&lt;/em&gt;. Salah seorangg tetangga berkata saat melihat laki-laki itu pulang membawa kuda yang sangat bagus. “Wah, kudamu sangat bagus. Pasti kau mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk membeli kuda ini.”. Laki-laki itu menjawab sambil tersenyum, “Saya tidak tahu apakah ini rahmat atau musibah. Saya berprasangka baik kepada Allah”. Tetangga tersebut pulang setelah mendengar jawaban laki-laki tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kuda tersebut dirawat dengan sangat baik oleh laki-laki itu dan keluarganya. Sampai pada suatu hari kuda tersebut hilang. Kandang tempat kuda tersebut biasanya dirawat rusak, kuda tersebut lari dari kandangnya. Sampai beberapa hari laki-laki tersebut menunggu kuda tersebut namun kuda itu tidak pulang lagi ke kandangnya. Tetangga laki-laki itu berdatangan lagi dan salah seorang berkata, “Kuda sebagus itu hilang? Kau pasti merasa sangat kehilangan. Kuda itu kan harganya mahal sekali.”. Laki-laki itu kembali menjawab sambil tersenyum, “Saya tidak tahu apakah ini rahmat atau musibah. Saya berprasangka baik kepada Allah”.Tetangga tersebut kembali pulang setelah mendengar jawaban yang aneh dari laki-laki itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Beberapa hari kemudian, terdengar suara gaduh dari kandang tempat kuda itu hilang. Laki-laki itu dan anaknya segera bergegas ke kandang kuda dan melihat bahwa kudanya telah kembali. Tak hanya itu, kuda itu ternyata membawa teman-temannya ke kandangnya. Mungkin kuda tersebut keluar untuk mengajak teman-temannya karena merasa bahwa ia diperlakukan dengan baik oleh laki-laki itu. Mendengar suara gaduh itu, tetangga-tetangga pun berdatangan kembali. Salah seorang berkata, “Wah, kudamu sudah kembali dan dia membawa serta teman-temannya. Sekarang kau punya banyak kuda!”. Laki-laki itu kembali menjawab sambil tersenyum, “Saya tidak tahu apakah ini rahmat atau musibah. Saya berprasangka baik kepada Allah”.Tetangga tersebut kembali pulang setelah mendengar jawaban yang aneh dari laki-laki itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pada suatu hari anak remaja dari laki-laki tersebut belajar mengendarai kuda. Remaja itu terjatuh dari kuda dan mengalami patah tulang pada kakinya. Tetangga-tetangga kembali datang untuk menjenguk anak tersebut. Salah seorang tetangga berkata, “Kudamu bertambah banyak, tapi sekarang anakmu mengalami patah tulang. Sungguh kasihan sekali.”. Laki-laki itu kembali menjawab sambil tersenyum, “Saya tidak tahu apakah ini rahmat atau musibah. Saya berprasangka baik kepada Allah”.Tetangga tersebut kembali pulang setelah mendengar jawaban yang aneh dari laki-laki itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Beberapa hari kemudian terdengar kabar bahwa akan ada perang dan prajurit istana mendatangi setiap rumah untuk membawa perintah wajib militer bagi setiap pemuda. Pada hari perintah wajib militer itu dikeluarkan, para tentara istana menginspeksi setiap rumah dan menarik pemuda-pemuda yang mampu berperang. Sampailah para tentara istana di rumah lelaki tersebut dan mendapati seorang pemuda disana. Akan tetapi melihat kondisi pemuda tersebut yang sedang menderita patah tulang akhirnya tentara istana tersebut berkata, “Dengan kaki patah seperti itu, dia tidak akan bisa berperang. Kita tidak usah membawa dia.” Setelah para tentara itu pergi, lelaki tersebut berkata pada anaknya, “Perang itu adalah perang konyol antara sesama muslim. Kamu memang seharusnya tidak usah berperang dalam perang seperti itu.”. Beberapa saat kemudian para tetangga berkumpul dan setelah mendapati ternyata anak lelaki tersebut tidak diikutkan berperang, salah seorang tetangga berkata, “Beruntung sekali kamu, karena patah tulang anakmu tidak diwajibkan berperang.” Untuk yang kesekian kalinya laki-laki itu kembali menjawab sambil tersenyum, “Saya tidak tahu apakah ini rahmat atau musibah. Saya berprasangka baik kepada Allah”.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Perang tersebut berakhir dengan kekalahan dan banyaknya prajurit yang mati dalam perang. Banyak sekali pemuda yang gugur dalam peperangan tersebut terutama yang berasal dari desa tempat lelaki itu berasal.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Beberapa tahun kemudian terjadi perang kembali, tetapi kali ini adalah perang melawan tentara musuh Islam dan semua orang baik pemuda, maupun orang tua yang masih mampu mengikuti perang dengan suka rela mengangkat senjata untuk membela negerinya dari serangan musuh Islam. Dalam perang tersebut anak lelaki tersebut menjadi prajurit depan dalam barisan dan bahkan dipercaya menjadi salah satu panglima perang. Karena kelihaiannya dalam mengatur strategi perang akhirnya pemuda tersebut menjadi pemimpin perang yang disegani dalam perang tersebut maupun perang-perang yang terjadi setelahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;﻿&lt;/div&gt;&lt;div&gt;notes: gambar di ambil dari&amp;nbsp;&lt;a href="http://uinity.blogspot.com/2010_05_01_archive.html"&gt;http://uinity.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-8378345646837597450?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/8378345646837597450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/12/senantiasa-berkhusnudzon-kepada-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/8378345646837597450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/8378345646837597450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/12/senantiasa-berkhusnudzon-kepada-allah.html' title='Senantiasa Berkhusnudzon Kepada Allah'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TP2M02ZUd9I/AAAAAAAAADw/P9_7sbamvMw/s72-c/khusnudzon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-3192432650433194030</id><published>2010-11-30T07:40:00.000+07:00</published><updated>2010-11-30T07:40:49.933+07:00</updated><title type='text'>Aku Ingin Cuti Berdakwah!!!</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;ini dapet dari notes temen., smoga bermanfaat..&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pernahkah kalimah tsb singgah d lubuk hatimu Sobat..?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Berikut tulisan yang menarik tuk dibaca, bahkan beberapa diantara kita mungkin telah beberapa kali pernah membacanya...kembali sebagai pengingat kita bersama.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TPRH3OWCUNI/AAAAAAAAADs/3jG3mbgDXf4/s1600/teruskan+berjuang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="http://3.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TPRH3OWCUNI/AAAAAAAAADs/3jG3mbgDXf4/s320/teruskan+berjuang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Bismillah…&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kuhempaskan tubuhku di atas kasur sepulang kuliah. Fyuuuh…Capek. Penat. Ditambah panas Surabaya yang kian menyengat. Kusadari, tubuhku begitu lemah, mudah capek dan lelah. seringkali ketika bangun dari duduk, mendadak dunia berubah gelap, lalu sekonyong-konyong aku terjatuh. Roboh. Mungkin kurang darah. Entahlah, aku malas periksa. Bukan malas, tapi aku memang takut ke dokter, aku takut jarum suntik, obat, darah…Apapun yang berbau rumah sakit, aku tak suka! Aaah, aku memang lemah.. Namun, satu yang membuatku tetap bertahan. SEMANGAT! Semangat tholabul ‘ilmi, semangat mengamalkannya, semangat mendakwahkannya, semangat berfastabiqul khairat, semangat untuk meraih ridhoNya dan menggapai cintaNya. Ya Rabb…Jangan pernah Kau biarkan api semangat itu padam…amien!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kuhampiri cermin yang menggantung di dinding kamarku. Di sana, ada seseorang yang tak asing lagi bagiku, namun hampir saja aku melupakannya, hampir saja aku tak mengenalnya. Kuperhatikan dirinya yang juga memerhatikanku. Kutatap ia dan ia pun balas menatapku. Ah, jasad itu, betapa sering aku mendzoliminya. Wajah itu, begitu lama tak kurawat dan kini tampak pucat. Tubuh itu, beberapa kali aku telat bahkan lupa memberinya makan, malas berolahraga. Sebegitu sibukkah aku hingga tak punya waktu untuk diriku sendiri?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;“Lihatlah aku, semakin kurus saja! Lemah dan sering jatuh sakit.” Tiba-tiba orang di seberang kaca angkat bicara.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;“Kau harus bertanggung jawab karena telah mengabaikan amanah Allah untuk menjaga dan memeliharaku. Kau harus tanggung jawab!” lanjutnya dengan nada ketus. Raut wajahnya memerah. Jelas sekali bahwa dia sedang marah. Padaku? Ah, biar saja!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;“Kau juga egois! aku punya kewajiban lain yang harus kutunaikan. Bukan hanya ngurusin kamu!” balasku tak kalah sinis. Huh! aku jadi kesal dibuatnya. Tumben tiba-tiba dia marah?! Padahal, setiap kali ku memandang wajahnya, seulas senyum manis yang selalu kuterima. Semangat dan optimis yang memancar dari dirinya. Tapi, tidak kali ini! Ia betul-betul marah! Matanya melotot seperti ingin menelanku hidup-hidup. Nafasnya naik turun tak beraturan. Dan mulutnya, seolah ingin melumatku habis-habisan!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;“Kenapa?! Kau ingin protes?? Silakan.” tantangku. Aku semakin jengkel dibuatnya. Wajahku kutekuk dan kepalaku seakan mengeluarkan asap&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;“Boleh aku bicara?” Tiba-tiba terdengar suara lain yang ikut dalam pertengkaran kami. Sayangnya, suara ketiga ini bukan malah membelaku, tapi justru membuat posisiku semakin terpojok.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;“Aku juga ingin protes. Lihatlah aku, begitu kering dan ringkih. Akhir-akhir ini kau jarang menyiramnya dengan amalan yaumiyah. Tilawah, kau kurangi jatahnya. Qiyamullail udah jarang, karena kau lebih sering melembur sampai larut malam, dengan alasan ngerjain proposal lah, tugas kuliah lah. Ma’tsurat, kau bilang gak sempat. Alasanmu, sibuk syuting (syuro penting) yang terkadang bisa lima kali dalam sehari (melebihi jatah minum obat tuh!). Dzikkir pun cuma sisa-sisa waktu. Lalu mana jatah mengisi bateraiku? ‘Kencan pekanan’ saja tidak cukup bagiku! Kapan kau luangkan waktumu untukku?”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;“Oh Rabb…Aku seperti terhempas ke dasar jurang yang terjal dan curam. Hatiku serasa tertusuk sebilah belati tajam. Ya Allah…ampuni hamba…Jasad telah terdzolimi. Ruhiyah ini juga! Aku telah merampas hak-hak mereka! Hamba telah berdosa…” batinku bergejolak.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;Tubuhku lunglai, lemas, tak berdaya. Hujan di mataku begitu derasnya. Saat ini aku hanya ingin menangis sejadi-jadinya.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tiba-tiba datang suara lain yang tak kukenal,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;“Kau begitu lemah! Rapuh! Di balik kobaran semangatmu, ternyata kau sangat keropos! kau lelah kan? Kau jenuh kan? Sudah…akhiri saja semua! copot gelarmu sebagai aktivis dakwah. Toh, masih banyak temanmu yang akan memperjuangkan ajaran Tuhanmu itu! kau bukan malaikat! Kau hanya manusia lemak berlagak kuat. Kapasitasmu sangat terbatas! Jangan sok tangguh gitu deeh…Sudahlah…lepas saja amanah-amanah dakwahmu itu! Bukankah ada amanah ortu untuk belajar dan lulus kuliah tepat waktu? Tidak inginkah kau merasakan hidup tenang tanpa beban? Nikmati saja dunia yang sementara ini, mumpung masih muda.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ya Allah…Suara siapa lagi itu? Kepalaku mendadak pening luar biasa. Pikiranku semakin kacau balau. Semraut! Sulit bagi otakku memilah mana yang benar dan mana yang salah. Aku bingung!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;“Sudah…jangan bingung. Begini saja, kalau kau memang tak mau melepas gelar da’imu, mending kau minta cuti saja pada Tuhanmu. Toh, suatu saat nanti, jika keadaanmu sudah pulih, kau bisa kembali berdakwah dan bergabung dengan kawan-kawanmu yang sok suci itu.” lanjutnya.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Cuti? apa aku harus cuti dakwah? Aaaarrgghh….kenapa kepalaku semakin pusing. Kupaksa otakku berpikir tanpa memedulikan jeritan nuraniku yang berontak tak setuju.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;“Mungkin saja dia benar. Aku memang sangat lelah. Aku jenuh dengan semua masalah yang menyerangku bertubi-tubi. Mungkin inilah puncak kefuturanku. Aku ingin merasakan tidur dengan lelap, sejenak saja! Tanpa beban, tanpa masalah! Ya, aku ingin cuti dakwah!” kata batinku mantap.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Tapi, tunggu dulu! Pantaskah? Layakkah?” sambungku kemudian.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;Pantaskah aku meminta cuti pada Rabbku yang telah mengabulkan setiap do’aku dan memberi segala yang ku mau? Layakkah aku meminta cuti, sementara aku belum mempersembahkan kado terindah untuk dakwah? untuk Allah…Akankah kubiarkan segala yang kuperjuangkan menguap begitu saja? sia-sia? Sungguh, aku belum berbuat apa-apa! aku malu….aku adalah hamba yang tak tahu diri! Tak tau terima kasih! Oh Rabb…betapa rapuhnya diri ini. Baru sedikit ujian saja, aku mengeluh, menyerah, mundur dan ingin gugur!”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;“Ya Allah…mengapa sampai terbesit pikiran ingin cuti dari dakwah? Padahal, belum tentu aku masih di dunia ini setelah masa cutiku habis. Siapa yang menjamin usiaku masih panjang?! Bagaimana jika dalam masa cuti, Allah memanggilku dan meminta pertanggungjawabanku?! Bekal apa yang akan kubawa? Lalu bagaimana jika aku terlena dan enggan kembali berdakwah? Astaghfirullah….Alangkah bodohnya aku! Mungkin iya, aku lelah, aku capek, penat, jenuh! Tapi, bukankah itu biasa?! Setiap orang pasti pernah merasakannya. Iman kan yaziidu wa yankus, kadang naik kadang juga turun. Mungkin inilah saatnya ia turun, bahkan mungkin sampai pada titik kulminasinya. Akibatnya, ruhiyahkiu gersang, jasadku letih. Wajar saja jika mereka protes. Akulah yang salah karena kurang bisa memanaj waktu. Akhirnya, jadi tidak tawazun dan berbuntut pada kefuturan yang teramat sangat. Tapi, ketika itu terjadi, hal pertama yang harus kulakukan adalah berusaha untuk bangkit kembali! Berbenah diri, menata hati, meluruskan niat, dan mencoba memungut kembali segala amal yang berserakan untuk kemudian kuperjuangkan! Sungguh, kereta dakwah ini akan terus melaju, meski tanpaku. Masih banyak generasi tangguh yang militansinya jauh lebih dahsyat dariku yang akan melesat bersamanya. Roda dakwah akan terus berputar meski aku keluar dari orbitnya. Takkan berkurang kemuliaan Dien ini meski aku mundur dari memeperjuangkannya. Dan jika semua itu benar-benar terjadi padaku (jatuh, mundur, dan gugur), maka akulah satu-satunya yang akan merugi! akulah yang rugi! Na’udzubillah….”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;“Cukup sudah! saatnya kulemparkan jauh-jauh pikiran “aneh” yang sempat mampir di otakku. Cuti dakwah? Ah! tak ada istilah itu dalam kamus perjuanganku. Tak akan ada lagi bagian dari diriku yang kudzolimi. Sekuat tenaga akan kucoba untuk menyeimbangkannya (tawazun) dan memenuhi hak-haknya, tanpa mengabaikan kewajiban-kewajiban yang lain. Ini tekadku! Semoga Allah tetap setia membimbing dan menuntun langkahku…”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kututup gejolak jiwaku, dengan sebuah do’a,“Yaa Muqoolibal Quluub, Tsabbit Quluubana ‘Alaa Diinika…”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kubuka inbox HPku dan kubaca kembali pesan cinta dari saudaraku di jalan Allah beberapa waktu lalu,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ada yang mengeluh,merasa jenuh,ingin gugur,dan jatuh.Ia berkata, “LELAH…!”Ada juga yang lelah,tubuhnya penat,tapi semangatnya kuat.Ia berkata, “LILLAH…!”karena Allah,ikhlaslah…&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Cess..! Embun syurga seakan berjatuhan dan membasahi jiwaku yang kerontang…“Maka, berlelah-lelahlah sekarang, bersakit-sakitlah saat ini, karena kenikmatan yang abadi InsyaAllah kan kita rasakan di jannahNya nanti…”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;NB: Alhamdulillah…lelahku seketika lenyap seiring selesainya tulisan ini. Terimakasih kepada Allah ‘Azza wa Jalla yang senantiasa mengingatkan kedho’ifanku sebagai hamba. Allah, aku semakin cinta…Segala puji hanya bagiMu…&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;*ketika terseok-seok ku langkahkan kaki di jalan yang terjal dan berliku. oh, Robb…kokohkan kakiku dan kuatkan pundakku dalam mengemban amanahMu…&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(khaleeda, di penghujung malam 14032008)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;http://akhwat-militan.blog.friendster.com/2008/03/aku-ingin-cuti-dakwah/&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;================================================================&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Teruntuk Sahabatku, Saudara2ku di Bumi Allah manapun engkau berada....&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;Apa kabar iMan..?&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;Apa kabar haTi..?&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;Apa kabar gHirah..?&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;Apa kabar ukhuwah..?&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;"&gt;Semoga dijaga dlm Istiqamah..&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;photo 1=""&gt;&lt;/photo&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 16px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div _mce_style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;" class="mcePaste" id="_mcePaste" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; height: 1px; left: -10000px; line-height: 16px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; position: absolute; top: 0px; width: 1px;"&gt;TAZAKKA-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-3192432650433194030?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/3192432650433194030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/11/aku-ingin-cuti-berdakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/3192432650433194030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/3192432650433194030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/11/aku-ingin-cuti-berdakwah.html' title='Aku Ingin Cuti Berdakwah!!!'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TPRH3OWCUNI/AAAAAAAAADs/3jG3mbgDXf4/s72-c/teruskan+berjuang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-5913482217345496592</id><published>2010-11-26T11:23:00.001+07:00</published><updated>2010-11-26T11:24:33.691+07:00</updated><title type='text'>10 Wasiat Hasan Al-Banna</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', 'Lucida Sans Unicode', Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TO81fovtYII/AAAAAAAAADk/f166yANKSpo/s1600/hasan2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TO81fovtYII/AAAAAAAAADk/f166yANKSpo/s320/hasan2.jpg" width="262" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: inherit; font-weight: inherit; list-style-type: decimal; margin-bottom: 1.5em; margin-left: 3em; margin-right: 1.5em; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bangunlah segera untuk melakukan shalat apabila mendengar Adzan walau bagaimana pun keadaannya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Baca, telaah, dan dengarkanlah Al-Qur’an atau dzikirlah kepada Allah dan jangan engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam&lt;br /&gt;masalah yang tidak ada manfaatnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bersungguh-sungguhlah untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang pembicaraan sebab hal ini semata-mata tidak akan mendatangkan kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jangan banyak tertawa sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (dzikir) adalah tenang dan tentram.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jangan bergurau, karena ummat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus menerus.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jangan mengeraskan suara diatas suara yang diperlukan pendengar, karena hal ini akan mengganggu dan menyakiti.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jauhilah dari membicarakan kejelekan orang lain atau melukainya&lt;br /&gt;dalam bentuk apapun dan janganlah berbicara kecuali yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berta’aruflah dengan saudaramu yang kalian temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan ta’awun (kerja sama)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pekerjaan Rumah kita sebenarnya lebih bertumpuk dari pada waktu yang tersedia, maka tolonglah selainmu untuk memanfaatkan waktunya dan apabila kalian mempunyai sesuatu keperluan maka sederhanakanlah dan percepatlah untuk diselesaikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-5913482217345496592?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/5913482217345496592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/11/10-wasiat-hasan-al-banna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/5913482217345496592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/5913482217345496592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/11/10-wasiat-hasan-al-banna.html' title='10 Wasiat Hasan Al-Banna'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TO81fovtYII/AAAAAAAAADk/f166yANKSpo/s72-c/hasan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-6612058088779043809</id><published>2010-11-25T08:35:00.001+07:00</published><updated>2010-11-25T10:04:09.266+07:00</updated><title type='text'>Ukhuwah itu seperti AIR.,</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TO28fkDMFKI/AAAAAAAAADQ/Uowq28gb5JE/s1600/ukhuwah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://2.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TO28fkDMFKI/AAAAAAAAADQ/Uowq28gb5JE/s400/ukhuwah.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Bismillahirrahmaanirrahim.,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;beberapa hari lalu saya dapat sms taujih dari teman baik saya.,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;beliau memberikan ilmu dengan munggunakan analagi air., tak banyak, tapi mudah2an banyak manfaatnya.., sms aslinya tidak seperti ini, saya mencoba menulis ulang dengan bahasa saya dengan tidak mengurangi maknanya.. dengan izin tentunya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Hidrogen (H) mempunyai sifat mudah terbakar, namun apabila Hidrogen mengadakan ikatan kovalen dengan hidrogen yang lainnya, maka akan terbentuk H2 yang stabil..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;begitu pula dengan oksigen, oksigen mempunyai sifat mudah membakar.,&amp;nbsp;namun apabila oksigen berikatan dengan oksigen yang lainnya, maka akan terbentuk O2 yang stabil pula, dan bermanfaat untuk pernafasan manusia..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;dan apabila ke2nya bersenyawa dapat membentuk air yang menyejukkan, yang sangat bermanfaat bagi alam semesta..bagi seluruh mahluk hidup..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;H dan O dapat bersenyawa dan berikatan kuat walaupun mempunyai sifat yang berlainan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Tanpa menghilangkan sifat dasarnya, mereka mampu melahirkan sifat baru yang itu sama sekali berbeda dari sifat dasarnya, tetapi sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh semua mahluk hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;itulah makna Ukhuwah dan N**** ^^v&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-6612058088779043809?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/6612058088779043809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/11/ukhuwah-itu-seperti-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/6612058088779043809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/6612058088779043809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/11/ukhuwah-itu-seperti-air.html' title='Ukhuwah itu seperti AIR.,'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TO28fkDMFKI/AAAAAAAAADQ/Uowq28gb5JE/s72-c/ukhuwah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-586993735440865790</id><published>2010-11-24T08:50:00.002+07:00</published><updated>2010-11-25T21:33:56.586+07:00</updated><title type='text'>Mencintai Penanda Dosa...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TOxuKOuiyTI/AAAAAAAAADM/hqgrg689w14/s1600/air+mata.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TOxuKOuiyTI/AAAAAAAAADM/hqgrg689w14/s1600/air+mata.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;oleh&amp;nbsp;Salim A. Fillah Empat&amp;nbsp;pada 19 November 2010 jam 9:32&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Dalam hidup, Allah sering menjumpakan kita dengan orang-orang yang membuat hati bergumam lirih, “Ah, surga masih jauh.” Pada banyak kejadian, ia diwakili oleh orang-orang penuh cahaya yang kilau keshalihannya kadang membuat kita harus memejam mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Dalam tugas sebagai Relawan Masjid di seputar Merapi hari-hari ini, saya juga bersua dengan mereka-mereka itu. Ada suami-isteri niagawan kecil yang oleh tetangganya sering disebut si mabrur sebelum haji. Selidik saya menjawabkan, mereka yang menabung bertahun-tahun demi menjenguk rumah Allah itu, menarik uang simpanannya demi mencukupi kebutuhan pengungsi yang kelaparan dan kedinginan di pelupuk mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;“Kalau sudah rizqi kami”, ujar si suami dengan mata berkaca nan manusiawi, “Kami yakin insyaallah akan kesampaian juga jadi tamu Allah. Satu saat nanti. Satu saat nanti.” Saya memeluknya dengan hati gerimis. Surga terasa masih jauh di hadapan mereka yang mabrur sebelum berhaji.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Ada lagi pengantin surga. Keluarga yang hendak menikahkan dan menyelenggarakan walimah putra-putrinya itu bersepakat mengalihkan beras dan segala anggaran ke barak pengungsi. Nikah pemuda-pemudi itu tetap berlangsung. Khidmat sekali. Dan perayaannya penuh doa yang mungkin saja mengguncang ‘Arsyi. Sebab semua pengungsi yang makan hidangan di barak nan mereka dirikan berlinangan penuh&amp;nbsp; haru memohonkan keberkahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Catatan indah ini tentu masih panjang. Ada rumah bersahaja berkamar tiga yang menampung seratusan pelarian musibah. Untuk pemiliknya saya mendoa, semoga istana surganya megah gempita. Ada juru masak penginapan berbintang yang cutikan diri, membaktikan keahlian di dapur umum. Ada penjual nasi gudheg yang sedekahkan 2 pekan dagangannya bagi ransum para terdampak bencana. Semoga tiap butir nasi, serpih sayur, dan serat lelaukan bertasbih untuk mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Ada juga tukang pijit dan tukang cukur yang keliling cuma-cuma menyegarkan raga-raga letih, barak demi barak. Ad dokter-dokter yang rela tinggalkan kenyamanan ruang berpendingin untuk berdebu-debu dan berjijik-jijik. Ada&amp;nbsp; lagi para mahasiswa dan muda-mudi yang kembali mengkanakkan diri, membersamai dan menceriakan bocah-bocah pengungsi. Semua kebermanfaatan surgawi itu, sungguh membuat iri.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;“Ah, surga masih jauh.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Setelah bertaburnya kisah kebajikan, izinkan kali ini saya justru mengajak untuk menggumamkan keluh syahdu itu dengan belajar dari jiwa pendosa. Jiwa yang pernah gagal dalam ujian kehidupan dariNya. Mengapa tidak? Bukankah Al Quran juga mengisahkan orang-orang gagal dan pendosa yang berhasil melesatkan dirinya jadi pribadi paling mulia?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Musa pernah membunuh orang. Yunus bahkan sempat&amp;nbsp; lari dari tugas risalah yang seharusnya dia emban. Adam juga. Dia gagal dalam ujian untuk tak mendekat pada pohon yang diharamkan baginya. Tapi doa sesalnya diabadikan Al Quran. Kita membacanya penuh takjub dan khusyu’. “Rabb Pencipta kami, telah kami aniaya diri sendiri. Andai Kau tak sudi mengampuni dan menyayangi, niscaya jadilah kami termasuk mereka yang rugi-rugi.” Mereka pernah menjadi jiwa pendosa, tetapi sikap terbaik memuliakan kelanjutan sejarahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Kini izinkan saya bercerita tentang seorang wanita yang selalu mengatakan&amp;nbsp; bahwa dirinya jiwa pendosa. Kita mafhum, bahwa tiap pendosa yang bertaubat, berhijrah, dan&amp;nbsp; berupaya memperbaiki diri umumnya tersuasanakan untuk membenci apa-apa yang terkait dengan masa lalunya. Hatinya tertuntun untuk tak suka pada tiap hal yang berhubungan dengan dosanya. Tapi bagaimana jika ujian berikut setelah taubat adalah untuk mencintai penanda dosanya?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Dan wanita dengan jubah panjang dan jilbab lebar warna ungu itu memang berjuang untuk mencintai penanda dosanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;“Saya hanya ingin berbagi dan mohon doa agar dikuatkan”, ujarnya saat kami bertemu di suatu kota selepas sebuah acara yang menghadirkan saya sebagai penyampai madah. Didampingi ibunda dan adik lelakinya, dia mengisahkan lika-liku hidup yang mengharu-birukan hati. Meski sesekali menyeka wajah dan mata dengan sapu tangan, saya insyaf, dia jauh lebih tangguh dari saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;“Ah, surga masih jauh.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Kisahnya dimulai dengan cerita indah di semester akhir kuliah. Dia muslimah nan taat, aktivis dakwah yang tangguh, akhwat yang jadi teladan di kampus, dan penuh dengan prestasi yang menyemangati rekan-rekan. Kesyukurannya makin lengkap tatkala prosesnya untuk menikah lancar dan mudah. Dia tinggal menghitung hari. Detik demi detik serasa menyusupkan bahagia di nafasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Ikhwan itu, sang calon suami, seorang lelaki yang mungkin jadi dambaan semua sebayanya. Dia berasal dari keluarga tokoh terpandang dan kaya raya, tapi jelas tak manja. Dikenal juga sebagai ‘pembesar’ di kalangan para aktivis, usaha yang dirintisnya sendiri sejak kuliah telah mengentas banyak kawan dan sungguh membanggakan. Awal-awal, si muslimah nan berasal dari keluarga biasa, seadanya, dan bersahaja itu tak percaya diri. Tapi niat baik dari masing-masing pihak mengatasi semuanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Tinggal sepekan lagi. Hari akad dan walimah itu tinggal tujuh hari menjelang, ketika sang ikhwan dengan mobil barunya datang ke rumah yang dikontraknya bersama akhwat-akhwat lain. Sang muslimah agak terkejut ketika si calon suami tampak sendiri. Ya, hari itu mereka berencana meninjau rumah calon tempat tinggal yang akan mereka surgakan bersama. Angkahnya, ibunda si lelaki dan adik perempuannya akan beserta agar batas syari’at tetap terjaga.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;“’Afwan Ukhti, ibu dan adik tidak jadi ikut karena mendadak uwak masuk ICU tersebab serangan jantung”, ujar ikhwan berpenampilan eksekutif muda itu dengan wajah sesal dan merasa bersalah. “’Afwan juga, adakah beberapa akhwat teman Anti yang bisa mendampingi agar rencana hari ini tetap berjalan?”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;“Sayangnya tidak ada. ‘Afwan, semua sedang ada acara dan keperluan lain. Bisakah ditunda?”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;“Masalahnya besok saya harus berangkat keluar kota untuk beberapa hari. Sepertinya tak ada waktu lagi. Bagaimana?”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Akhirnya dengan memaksa dan membujuk, salah seorang kawan kontrakan sang Ukhti berkenan menemani mereka. Tetapi bi-idzniLlah, di tengah jalan sang teman ditelepon rekan lain untuk suatu keperluan yang katanya gawat dan darurat. “Saya menyesal membiarkannya turun di tengah perjalanan”, kata muslimah itu pada saya dengan sedikit isak. “Meskipun kami jaga sebaik-baiknya dengan duduk beda baris, dia di depan dan saya di belakang, saya insyaf, itu awal semua petakanya. Kami terlalu memudah-mudahkan. AstaghfiruLlah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Ringkas cerita, mereka akhirnya harus berdua saja meninjau rumah baru tempat kelak surga cinta itu akan dibangun. Rumah itu tak besar. Tapi asri dan nyaman. Tidak megah. Tapi anggun dan teduh.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Saat sang muslimah pamit ke kamar mandi untuk hajatnya, dengan bantuan seekor kecoa yang membuatnya berteriak ketakutan, syaithan bekerja dengan kelihaian menakjubkan. “Di rumah yang seharusnya kami bangun surga dalam ridhaNya, kami jatuh terjerembab ke neraka. Kami melakukan dosa besar terlaknat itu”, dia tersedu. Saya tak tega memandang dia dan sang ibunda yang menggugu. Saya alihkan mata saya pada adik lelakinya di sebalik pintu. Dia tampak menimang seorang anak perempuan kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;“Kisahnya tak berhenti sampai di situ”, lanjutnya setelah agak tenang. “Pulang dari sana kami berada dalam gejolak rasa yang sungguh menyiksa. Kami marah. Marah pada diri kami. Marah pada adik dan ibu. Marah pada kawan yang memaksa turun di jalan. Marah pada kecoa itu. Kami kalut. Kami sedih. Merasa kotor. Merasa jijik. ﻿Saya terus menangis di jok belakang. Dia menyetir dengan galau. Sesal itu menyakitkan sekali. Kami kacau. Kami merasa hancur.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Dan kecelakaan itupun terjadi. Mobil mereka menghantam truk pengangkut kayu di tikungan. Tepat sepekan sebelum pernikahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;“Setelah hampir empat bulan koma”, sambungnya, “Akhirnya saya sadar. Pemulihan yang sungguh memakan waktu itu diperberat oleh kabar yang awalnya saya bingung harus mengucap apa. Saya hamil. Saya mengandung. Perzinaan terdosa itu membuahkan karunia.” Saya takjub pada pilihan katanya. Dia menyebutnya “karunia”. Sungguh tak mudah untuk mengucap itu bagi orang yang terluka oleh dosa.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;“Yang lebih membuat saya merasa langit runtuh dan bumi menghimpit adalah”, katanya terisak lagi, “Ternyata calon suami saya, ayah dari anak saya, meninggal di tempat dalam kecelakaan itu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;“SubhanaLlah”, saya memekik pelan dengan hati menjerit. Saya pandangi gadis kecil yang kini digendong oleh sang paman itu. Engkaulah rupanya Nak, penanda dosa yang harus dicintai itu. Engkaulah rupanya Nak, karunia yang menyertai kekhilafan orangtuamu. Engkaulah rupanya Nak, ujian yang datang setelah ujian. Seperti perut ikan yang menelan Yunus setelah dia tak sabar menyeru kaumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;“Doakan saya kuat Ustadz”, ujarnya. Tiba-tiba, panggilan “Ustadz” itu terasa menyengat saya. Sergapan rasa tak pantas serasa melumuri seluruh tubuh. Bagaimana saya akan berkata-kata di hadapan seorang yang begitu tegar menanggung semua derita, bahkan ketika keluarga almarhum calon suaminya mencampakkannya begitu rupa. Saya masih bingung alangkah teganya mereka, keluarga yang konon kaya dan terhormat itu, mengatakan, “Bagaimana kami bisa percaya bahwa itu cucu kami dan bukan hasil ketaksenonohanmu dengan pria lain yang membuat putra kami tersayang meninggal karena frustrasi?”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;“Doakan saya Ustadz”, kembali dia menyentak. “Semoga keteguhan dan kesabaran saya atas ujian ini tak berubah menjadi kekerasan hati dan tak tahu malu. Dan semoga sesal dan taubat ini tak menghalangi saya dari mencintai anak itu sepenuh hati.” Aduhai, surga masih jauh. Bahkan pinta doanya pun menakjubkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Allah, sayangilah jiwa-jiwa pendosa yang memperbaiki diri dengan sepenuh hati. Allah, jadikan wanita ini semulia Maryam. Cuci dia dari dosa-dosa masa lalu dengan kesabarannya meniti hari-hari bersama sang buah hati. Allah, balasi tiap kegigihannya mencintai penanda dosa dengan kemuliaan di sisiMu dan di sisi orang-orang beriman. Allah, sebab ayahnya telah Kau panggil, kami titipkan anak manis dan shalihah ini ke dalam pengasuhanMu nan Maha Rahman dan Rahim.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Allah, jangan pula izinkan hati kami sesedikit apapun menghina jiwa-jiwa pendosa. Sebab ada kata-kata Imam Ahmad ibn&amp;nbsp; Hanbal dalam Kitab Az Zuhd yang selalu menginsyafkan kami. “Sejak dulu kami menyepakati”, tulis beliau, “Bahwa jika seseorang menghina saudara mukminnya atas suatu dosa, dia takkan mati sampai Allah mengujinya dengan dosa yang semisal dengannya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;-salim a. fillah,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.safillah.co.cc/" rel="nofollow" style="cursor: pointer; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;www.safillah.co.cc&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;-&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;NB: sahibatul hikayah berpesan agar kisah ini diceritakan untuk berbagi tentang betapa pentingnya menjaga iman, rasa taqwa, dan tiap detail syari’atNya di tiap langkah kehidupan. Juga agar ada pembelajaran untuk kita bisa memilih sikap terbaik menghadapi tiap uji kehidupan. Semoga Allah&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-586993735440865790?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/586993735440865790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/11/mencintai-penanda-dosa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/586993735440865790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/586993735440865790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/11/mencintai-penanda-dosa.html' title='Mencintai Penanda Dosa...'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TOxuKOuiyTI/AAAAAAAAADM/hqgrg689w14/s72-c/air+mata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-4441221428792702975</id><published>2010-10-07T11:00:00.000+07:00</published><updated>2010-10-07T11:00:49.335+07:00</updated><title type='text'>kisah inspiring "Sekolah Penghafal Qur'an Balita di IRAN"</title><content type='html'>Dapet dari milis dan notes teman nih, yang punya cita2 bikin sekolah tahfidzul qur'an  mungkin bisa jadi inspirasi.:)., smoga bermanfaat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tinggal di Iran dan  punya usia anak empat tahun. Sejak tiga bulan lalu, saya masukkan dia ke  sekolah hafiz Quran untuk anak2. Setelah masuk.,&amp;nbsp;wah ternyata unik  banget metodenya. (Siapa tau bisa dijadikan masukan buat&amp;nbsp; akhwat2 yg  berkecimpung di bidang ini.) Anak-anak balita yang masuk ke&amp;nbsp; sekolah ini  (namanya Jamiatul Quran), tidak disuruh langsung ngapalin&amp;nbsp; juz'amma,  melainkan setiap kali datang, diperlihatkan gambar misalnya,&amp;nbsp; gambar  anak lagi cium tangan ibunya, (di rumah, anak disuruh mewarnai&amp;nbsp; gambar  itu), lalu guru cerita ttg gambar itu (jadi anak harus baik.dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, si guru ngajarin ayat "wabil  waalidaini ihsaana/Al Isra:23" dengan&amp;nbsp; menggunakan isyarat (kayak  isyarat tuna rungu), misalnya, "walidaini",&amp;nbsp;isyaratnya bikin kumis dan  bikin kerudung di wajah (menggambarkan ibu&amp;nbsp; dan ayah). Jadi, anak2  mengucapkan ayat itu sambil memperagakan makna ayat&amp;nbsp; tersebut. Begitu  seterusnya (satu pertemuan hanya satu atau dua ayat yg&amp;nbsp;diajarkan). Hal  ini dilakukan selama 4 sampai 5 bulan. Setelah itu,&amp;nbsp; mereka belajar  membaca, dan baru kemudian mulai menghapal juz 'amma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana  kelas juga semarak banget. Sejak anak masuk ke ruang kelas,&amp;nbsp; sampai  pulang, para guru mengobral pujian-pujian (sayang, cantik,  manis,&amp;nbsp;pintar.dll) dan pelukan atau ciuman. Tiap hari (sekolah ini hanya  3&amp;nbsp; kali seminggu) selalu ada saja hadiah yang dibagikan untuk  anak-anak, mulai&amp;nbsp;dari gambar tempel, pensil warna, mobil2an, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis  baca doa, anak-anak&amp;nbsp; diajak senam, baru mulai menghapal ayat. Itupun,  sebelumnya guru mengajak&amp;nbsp; ngobrol dan anak2 saling berebut memberikan  pendapatnya. (Sayang anak saya krn&amp;nbsp;masalah bahasa, cenderung diam, tapi  dia menikmati kelasnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah&amp;nbsp; berhasil menghapal satu  ayat, anak-anak diajak melakukan berbagai&amp;nbsp; permainan. Oya, para ibu  juga duduk di kelas, bareng2 anak2nya. Kelas itu durasinya 90 menit .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya?  Wah, bagus banget! Ketika melihat saya membuka keran air akan&amp;nbsp; terlalu  besar, anak saya akan nyeletuk, "Mama, itu israf (mubazir)!"&amp;nbsp;(Soalnya,  gurunya menerangkan makna surat Al A'raf :31 "kuluu washrabuu  walaatushrifuu/ makanlah dan minumlah, dan jangan israf/berlebih2an) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu  dia lihat TV ada polisi ngejar2 penjahat, dia nyeletuk "Innal hasanaat  tushrifna sayyiaat/ Sesungguhnya kebaikan akan mengalahkan kejahatan"&amp;nbsp;  (Hud:114). Teman saya mengeluh (dengan nada bangga) bahwa tiap kali  dia&amp;nbsp;ngobrol dgn temannya ttg orang lain, anaknya akan nyeletuk "Mama,&amp;nbsp;  ghibah&amp;nbsp; ya?" (soalnya, dia sudah belajar ayat "laa yaghtab  ba'dhukum&amp;nbsp;ba'dhaa"/Mujadalah:12) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak saya (dan anak2  lain, sesuai penuturan&amp;nbsp;ibu2 mereka), ketika sendirian, suka sekali  mengulang2 ayat2 itu tanpa perlu&amp;nbsp; disuruh. Ayat2 itu seolah-olah menjadi  bagian dari diri mereka. Mereka&amp;nbsp; sama sekali tidak disuruh pakai  kerudung. Tapi, setelah diajarkan ayat ttg&amp;nbsp;jilbab (An-Nur:31)! , mereka  langsung minta sama ibunya untuk dipakaikan&amp;nbsp; jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak  saya, ketika ingkar janji (misalnya, janji nggak main lama2, trus&amp;nbsp;  ternyata mainnya lama), saya ingatkan ayat "limaa taquuluu maa  laa&amp;nbsp;taf'alun" (As-Shaf:2). dia langsung bilang "Nanti nggak gitu lagi  Ma.!" Akibatnya,&amp;nbsp; jika saya mengatakan sesuatu dan tidak saya tepati,  ayat itu pula yang keluar dari mulutnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tanya2 ke  pihak sekolah, baru saya tahu bahwa metode seperti&amp;nbsp; ini, tujuannya  adalah untuk menimbulkan kecintaan anak2 kepada Al Quran.&amp;nbsp;Anak2balita  itu di masa depan akan mmpunyai kenangan indah ttg Al Quran. Saya pikir2  benar juga. Saya ingat, dulu waktu kecil pergi ke TPA&amp;nbsp;(Taman Pendidkan  Al Quran) di Indonesia, rasanya maless..banget (Kalo nggak&amp;nbsp; dipaksa  ortu, nggak jalan deh). Bagi saya, TPA identik dengan beban berat, PR&amp;nbsp;  yaang banyak, hapalan bejibun, guru galak, dsb. Pernah saya dengar, di&amp;nbsp;  sekolah Kristen anak2 diberi hadiah dan dikatakan kepada mereka bahwa  itu dari&amp;nbsp; Yesus. Nah, kenapa kita kaum muslim yang meyakini bahwa agama  kitalah&amp;nbsp;yang paling benar, tidak meniru cara ini agar anak2 merasa cinta  kepada&amp;nbsp; Allah dan Quran? Bagaimanapun, dunia anak2 adalah dunia materi.  Mereka baru bisa&amp;nbsp; mencerap hal2 yang nyata, seperti hadiah (dan belum  paham, pahala itu&amp;nbsp;apa). Para orangtua teman sekelas anak saya juga pada  cerita bahwa anak2nya&amp;nbsp; malah nangis kalau nggak diajak ke ! sekolah.  Malah, buat anak saya, ancaman&amp;nbsp; tidak diantar ke sekolah adalah ancaman  paling ampuh, kalau dia nakal (dia&amp;nbsp; akan langsung nangis,  hehehe...mamanya nakal ya?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode pengajaran ayat Quran  dengan menggunakan isyarat ini diciptakan&amp;nbsp; oleh seorang ulama bernama  Sayyid Thabathabai. Anak beliau yang pertama pada&amp;nbsp; usia 5 tahun di bawah  bimbingan beliau sendiri, sudah hapal seluruh juz Al&amp;nbsp;Quran, berikut  maknanya, hapal topik2nya (misalnya, ditanyakan, coba sebutkan&amp;nbsp; ayat2  mana saja yg berbicara ttg akhlak kepada orangtua, dia akan menyebut,&amp;nbsp;  ayat ini..ini..ini. .), dan mampu bercakap-cakap dengan bahasa Al  Quran&amp;nbsp;(misalnya ditanya; makanan favoritmu apa, dia akan menjawab "Kuluu  mimma fil&amp;nbsp; ardhi halaalan thayyibaa" (Al Baqarah:168) . Anak kedua juga  memiliki&amp;nbsp; kemampuan sama, tapi sedikit lebih lambat, mungkin usia 6  atau 7 tahun.&amp;nbsp;Keberhasilan anak2 Sayyid Thabathabi itu benar-benar  fenomental ( bahkan anak&amp;nbsp; pertamanya diberi gelar Doktor Honoris Causa  di bidang Ulumul Quran oleh sebuah&amp;nbsp; universitas di Inggris ), sehingga  sejak itu, gerakan menghapal Quran&amp;nbsp; untuk anak-anak kecil benar2  digalakkan di Iran. Setiap anak penghapal Quran&amp;nbsp; dihadiah! i pergi haji  bersama orang-tuanya oleh negara dan setiap&amp;nbsp; tahunnya ratusan anak kecil  di bawah usia 10 tahun berhasil menghapal Al Quran&amp;nbsp; ( jumlah ini lebih  banyak kalau dihitung juga dengan anak lulusan dari&amp;nbsp; sekolah2 lain ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah  satu tujuan Iran dalam hal ini ( kata salah&amp;nbsp;seorang guru ) adalah untuk  menepis isu-isu dari musuh-musuh Islam yang ingin&amp;nbsp; memecah-belah umat  muslim, yang menyatakan bahwa Quran-nya orang Iran&amp;nbsp; itu beda/ lain  daripada yg lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah diskusi dgn teman saya dosen sebuah kampus ternama di indonesia, dia mengatakan bahwa&amp;nbsp; metode seperti itu merangsang kecerdasan  anak karena secara bersamaan anak&amp;nbsp; akan melihat gambar, mendengar suara,  melakukan gerakan-gerakan yang selaras&amp;nbsp;dengan ucapan verbal, dll.  Sebaliknya, menghapal secara membabi-buta,&amp;nbsp; malah akan membuntukan otak  anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut guru di Jamiatul Quran&amp;nbsp;ini,  pengalaman menunjukkan bahwa anak-anak yang menghapal Quran dengan&amp;nbsp;  melalui proses isyarat ini (jadi mulai sejak balita sudah masuk ke  sekolah itu)&amp;nbsp; lebih berhasil dibandingkan anak-anak yang masuk ke sana  ketika usia SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menghapal Al Quran lengkap  dengan pemahaman atas artinya&amp;nbsp; jauh lebih bagus dan awet (nggak cepat  lupa) bila dibandingkan dengan hapal cangkem (mulut).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-4441221428792702975?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/4441221428792702975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/10/kisah-inspiring-sekolah-penghafal-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/4441221428792702975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/4441221428792702975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/10/kisah-inspiring-sekolah-penghafal-quran.html' title='kisah inspiring &quot;Sekolah Penghafal Qur&apos;an Balita di IRAN&quot;'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-4718666080024629189</id><published>2010-07-16T11:18:00.000+07:00</published><updated>2010-07-16T11:18:11.929+07:00</updated><title type='text'>Memang Seperti Itulah Dakwah</title><content type='html'>Ustadz Rahmat Abdullah : Memang Seperti Itulah Dakwah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan  meminta  semuanya dari dirimu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu.  Berjalan, duduk, dan tidurmu..  Bahkan di  tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau  cintai..&lt;br /&gt;Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai  tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh  rentamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. . Tubuh yang  hancur lebur dipaksa berlari..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan  tua juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari  ayat yg diturunkan  Allah.&lt;br /&gt;Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya  sebentar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada  lagi orang miskin yg  bisa diberi sedekah.&lt;br /&gt;Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit membayangkan  sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar  bugar  itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian  meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.&lt;br /&gt;Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga  terlihat  tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya  membawa tongkat ke mana-mana.&lt;br /&gt;Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah   satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka&amp;nbsp; ditikamnya seorang Khalifah  yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah bukannya  tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah  bukannya  sepi dari godaan kefuturan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak… Justru kelelahan. Justru  rasa sakit itu selalu bersama mereka  sepanjang hidupnya. Setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu  kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang  jauh lebih “tragis”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan,  selalu menemani…  justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi…  akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur,  pada akhirnya salah satunya harus mengalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan rasa  lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman.  Lalu terus  berkobar dalam dada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula rasa sakit. Hingga  luka tak kau rasa lagi sebagai luka.  Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad  yang begitu cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar  wafat, ia  tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking  seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam  tonik bagi  iman..&lt;br /&gt;Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya  adalah anak  kemarin sore. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yg takjub pada rasa sakit dan  pengorbanannya juga begitu. Karena mereka  jarang disakiti di jalan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena  tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka  rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka justru jadi lelucon dan  target doa para mujahid sejati, “ya  Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak  beban  dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk  terus berlari…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.&lt;br /&gt;Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.&lt;br /&gt;Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.&lt;br /&gt;Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.&lt;br /&gt;Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-4718666080024629189?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/4718666080024629189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/07/memang-seperti-itulah-dakwah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/4718666080024629189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/4718666080024629189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/07/memang-seperti-itulah-dakwah.html' title='Memang Seperti Itulah Dakwah'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-7606338130703897879</id><published>2010-07-01T13:59:00.001+07:00</published><updated>2010-07-01T14:01:17.901+07:00</updated><title type='text'>Sahabat Perjuangan ~Tazakka~</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TCw8A3ZewWI/AAAAAAAAAC8/s8uC_IWbsCs/s1600/17-sahabat.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TCw8A3ZewWI/AAAAAAAAAC8/s8uC_IWbsCs/s320/17-sahabat.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;Mari bersenandung sejenak...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;nasyid dari Tazakka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;Pertemuan  kita kali ini&lt;br /&gt;Bukan sekedar kawan lama tak jumpa&lt;br /&gt;Tapi kita  bertemu ada satu makna&lt;br /&gt;Kita punya satu perjuangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;Andai ada kasih antara kita&lt;br /&gt;Kita  kembalikan kepada Yang Esa&lt;br /&gt;Agar ia suci tulus dan ikhlas&lt;br /&gt;Semoga  Allah memberkati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;Sambutlah tangan sahabat  saudaramu&lt;br /&gt;Pimpinlah ia melangkah bersama&lt;br /&gt;Satukan hati kita  teguhkan ia&lt;br /&gt;Berdiri bersama untuk kebenaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;Reff:&lt;br /&gt;Perjuangan itu artinya  berkorban&lt;br /&gt;Berkorban itu artinya terkorban&lt;br /&gt;Janganlah gentar untuk  berjuang&lt;br /&gt;Demi agama dan bangsa&lt;br /&gt;Inilah jalan kita (2x)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-7606338130703897879?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/7606338130703897879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/07/sahabat-perjuangan-tazakka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/7606338130703897879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/7606338130703897879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/07/sahabat-perjuangan-tazakka.html' title='Sahabat Perjuangan ~Tazakka~'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TCw8A3ZewWI/AAAAAAAAAC8/s8uC_IWbsCs/s72-c/17-sahabat.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-7289436673378883231</id><published>2010-06-25T19:08:00.007+07:00</published><updated>2010-07-07T10:16:35.505+07:00</updated><title type='text'>VISI PERADABAN, BE A TEACHER OF UNIVERSE…</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CD_MIFT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CD_MIFT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CD_MIFT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CD_MIFT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;}@page WordSection1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.WordSection1	{page:WordSection1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Saya sangat suka bermimpi, dan sungguh sangat banyak mimpi-mimpi saya… tapi saya telah tetapkan, Arsitek peradaban adalah muara dari derasnya arus mimpi-mimpi itu… Arsitek Peradaban adalah kata yang saya fikir bisa mewakili semua mimpi-mimpi saya..ya, arsitek peradaban.. mudah-mudahan Allah SWT melimpahkan karunia kekuatanNya kepada kita untuk segera mewujudkannya. Untuk segera menjemput kejayaan itu, kejayaan yang niscaya kita raih..insyaallah..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ikhwah fillah, kebangkitan islam menuju sebuah kejayaan yang dijanjikan adalah impian kita semua sebagai kader dakwah. Dan terlibat langsung dalam prosesnya adalah harapan yang sungguh tiada terkira besarnya. Mudah-mudahan Allah SWT., memperkenankan kepada kita sebagai ujung tombaknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Pada mulanya, ketika prediksi besar kebangkitan itu akan dimulai dari wilayah timur, para ulama saat itu memperkirakan bahwa negeri di timur itu adalah khurasan, karena itulah wilayah islam yang diketahui paling timur saat itu. Tapi seiring berjalannya waktu, diketahui bahwa masih ada wilayah negeri islam yang lebih timur,lebih besar, dan lebih potensial. Yakni Indonesia tercinta.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Telah banyak disinggung dan dijelaskan akan rasionalisasi teori kebangkitan islam ini,teori kebangkitan dari Indonesia, negara islam terbesar di dunia. dalam banyak forum kajian, buku dan forum-forum motivasi. Dan percayalah, saya sangat percaya dan optimis itu benar,dan kian dekat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;saya sangat meyakini dan optimis bahwa janji itu akan dimulai dari negeri kita. Dari negeri islam wilayah timur.indonesia. Sampai akhir april 2010, keyakinan saya hanya baru sebatas itu semua. Walaupun demikian itu menjadi sumber motivasi luar biasa. Walaupun saya akui masih agak abstrak saat itu. (Belum mendapatkan pola yang sesuai untuk mewujudkannya).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Kemudian Allah memberikan kesempatan memperjalankan saya melalui sebuah invitation dalam sebuah program research grant dan study career, juga studi komparasi dakwah kampus. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Setalah menjalaninya, ternyata sungguh sangat luar biasa, apa yang saya dapatkan sungguh duluar espektasi awal yang siperhitungkan. Yang saya dapatkan bukan hanya sekedar jaringan scholarship atau kunjungan perusahaan dan study career, tapi lebih dari itu semua adalah sebuah MIMPI BESAR. Sebuah pola yang mengarahkan kita untuk mencapai sebuah Visi KEBANGKITAN dan KEJAYAAN ISLAM, Ustadziatul ‘alam. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Disana saya mencoba melakukan studi komparasi dari 3 negara serumpun, saya banyak berdiskusi terkait perkembangan, potensi, permasalahan, kesamaan, kultur, seni dan budaya,ekonomi, politik, sampai perkembangan ilmu pengetahuan. Melihat bagaimana pola dan peradaban serta mimpi diantara kita bersama. Diskusi tersebut sungguh luar biasa banyak memberikan inspirasi dan ide-ide “raksasa” yang siap untuk di bangun. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Saya semakin yakin bahwa Kebangkitan dan kejayaan islam akan dimulai dari wilayah islam bagian timur,dan Keyakinan saya akan itu semua semakin terteguhkan. Kebangkitan islam dari nusantara. Ya, dari nusantara, bukan hanya dari Indonesia,tapi nusantara. Indonesia, Malaysia,brunei Darussalam. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Selama ini kita terlalu terpaku pada ashobiah dan jebakan konspirasi pengkotak-kotakan Negara islam. Padahal sungguh sangat besar potensi ke-3 negara ini untuk disatukan dan dikembangkan. Tak terkira seperti apa kekuatannya bila ke-3 negara islam ini bersatu dan saling bahu membahu. Subhanallah…&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Dimulai dari Indonesia, Malaysia dan brunei Darussalam. Kemudian merambah melalui Thailand,Vietnam dan terus merambah melalui deretan wilayah ke utara. Melalui papua menuju terus ke selatan menuju Australia.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Bayangkan, bila Indonesia, Malaysia dan brunei ini bersatu dalam satu hal saja, perdagangan, dan itu solid, wilayah jalur perdagangan asia, eropa dan Australia akan dikuasai. Bagaimana tidak, jalur perdagangan dunia yang paling murah, pendek, cepat dan aman saja melalui nusantara.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Coba perhatikan jalur perdagangan dunia berikut,&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TCSa008GNOI/AAAAAAAAACU/ysrwrjKESyI/s1600/jalur+perdagangan.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://4.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TCSa008GNOI/AAAAAAAAACU/ysrwrjKESyI/s400/jalur+perdagangan.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Semua jalur perdagangan melewati wilayah nusantara, bila kita mau dan solid, kita bisa menguasai selat malaka dengan membuat pusat-pusat transit perdagangan di sepanjangnya. jalurnya tidak hanya lagi tertumpu di singapura, kita bisa membuat jalur baru. Jika Indonesia Malaysia sepakat untuk memblok selat malaka saja, perekonomian dunia pasti akan &lt;i&gt;collaps&lt;/i&gt;. Bahkan bisa jadi memicu perang dunia dan kembali terjadi perebutan wilayah. Karena amerika, china, jepang dan Negara-negara besar lainnya sangat bergantung pada selat ini untuk keperluan transportasi supply energinya. Seperti terlihat pada peta di atas, selat malaka, sunda dan Lombok adalah jalur tercepat dan aman yang paling mungkin digunakan sebagai jalur transportasi dunia. Jadi sebenarnya kita mempunyai daya tawar yang sungguh sangat luar biasa besar, kita bisa kenakan pajak jalan untuk melewati jalur kita, stinggi apapun pasti akan di penuhi. Karena apa, karena kalau tidak melewati jalur kita, mereka harus menggunakan jalan memutar, dan tentunya dengan biaya dan resiko yang lebih besar.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TCSbRG3uL_I/AAAAAAAAACc/ssCXwLhNqSc/s1600/peta+batam,+malaka.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="291" src="http://1.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TCSbRG3uL_I/AAAAAAAAACc/ssCXwLhNqSc/s400/peta+batam,+malaka.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TCSiRwzKfzI/AAAAAAAAACs/U9B4a1TZorc/s1600/Peta+Indonesia+dengan+Google+Earth.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Bila kita lihat peta selat malaka di atas, batam sebenarnya tidak kalah strategis&amp;nbsp; dibandingkan singapura. Batam ada di tengah-tengah ujung selat malaka, sedangkan singapura di pojok. Bukan Cuma batam, tapi pulau bintan, karimun, dan natuna juga tidak kalah strategis dan potensial. selain posisi nya yang strategis, juga memiliki kekayaan alam yang mencukupi. Bila singapura yang padahal hanya untuk mendapatkan air bersih (yang merupakan kebutuhan primer manusia) harus membeli dari johor Malaysia -Karena jelas singapura bahkan tidak memiliki hutan- bisa sangat begitu berkembang, apalagi wilayah kita yg sudah jelas lebih unggul dalam hal kekayaan alam dan fasilitas alaminya yg &lt;i&gt;subhanallah&lt;/i&gt; luar biasa, mestinya menjadi daya tawar yang sungguh luar biasa hebat untuk bersaing dengan singapura. Ini adalah kunci awal untuk bisa memotong dominasi kekuatan amerika. Singapura Yang selama ini menjadi ujung tombak westernisasi bisa kita minimalisir atau bahkan di eliminir. Dan kita substitusi dengan keindahan budaya islam. Singapura yang dengan “&lt;b&gt;amerika&lt;/b&gt;”nya sungguh sangat sombong dan merendahkan Negara-negara islam kini, bisa kita tekan “ego”nya. Sepakati saja bersama Malaysia untuk menutup selat malaka, dan hentikan supply air bersih ke singapura, &lt;i&gt;collaps&lt;/i&gt; pasti, lalu buat tawaran. Atau ide-ide lainnya yang insyaallah akan datang seiring&amp;nbsp; prosesnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Untuk jalur perdagangan utara kita bisa membuka jalur alternatif baru melalui Kalimantan, brunei, philipina dan terus ke utara. Dengan tetap mempertahankan jalur lama, tapi tentunya dengan menaikan posisi tawar Batam –yang katanya dalam proses menjadi hongkong asia- sebagai pusat transit selain singapura. – &lt;b&gt;disinilah mengapa kita harus menguasai kebijakan, karena ini sangat tergantung juga dengan kekuatan politik&lt;/b&gt; - &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Sudah dipastikan Indonesia dengan mutlak bisa menguasai jalur selatan meuju Australia. lurus terus keselatan melawati batam, menyusuri sumatera, melewati selat karimata, melalui laut jawa, selat Lombok, dan terus sampai jalur Australia. Dengan begitu tempat strategis perdagangan antar bangsa itu bukan lagi tertumpu pada singapura,tapi negara2 nusantara kita. subhanallah, sepanjang jalur baru itu akan menjadi tumpuan jalur perdagangan dunia dan menjadikan Negara islam sangat KUAT. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Dan Nusantara yang akan memegang kendali, karena kitalah yang memegang kunci jalur perdagangan. Lihatlah peta di samping, betapa potensialnya Negara kita untuk menjadi jalur utama perdagangan, dengan Malaysia dan brunei sebagai pintu gerbang dan penyokongnya. &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TCSiRwzKfzI/AAAAAAAAACs/U9B4a1TZorc/s1600/Peta+Indonesia+dengan+Google+Earth.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="292" src="http://4.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TCSiRwzKfzI/AAAAAAAAACs/U9B4a1TZorc/s400/Peta+Indonesia+dengan+Google+Earth.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Lihat peta diatas, lalu coba buat pola jalur pelayaran yang paling aman dan dekat yang menghubungkan belahan benua amerika,eropa, dan asia menuju Australia? Jalur mana selain nusantara yang bisa di gunakan? Yang paling aman dan dekat. Ada? &lt;b&gt;Tidak ada&lt;/b&gt; jawabannya.. nusantaralah yang paling tepat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Siapa yang menguasai jalur perdagangan,dia yang akan menguasai perekonomian, siapa yang menguasai perekonomian, dialah yang memiliki kendali besar, yang memiliki kendali besar itu dialah yang berkuasa untuk membuat pola, yang akan menjadi trendsetter,&lt;b&gt;ustadziatul ‘alam&lt;/b&gt;. cita-citaku, cita-citamu, cita-cita kita semua kader dakwah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Dan saudaraku, percayalah, ini harus dimulai. Dan tidak akan ada yang memulai bila tidak kita yang memulai. Jadi marilah kita mulai. Segalanya harus direncanakan bukan? Jadi mari kita rencanakan. Untuk menyambut kejayaan itu, saat dimana islam menjadi pusat kendali dunia, menjadi guru peradaban dunia. Dimulai dari kita, dari tangan kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Darisana saya mencoba mencari kunci-kunci utama (miftah= &lt;i&gt;isim alat&lt;/i&gt; dari &lt;i&gt;fataha&lt;/i&gt; yang artinya kunci,n_nv), ternyata kita harus memulainya dari 3 negara utama seperti yang saya sebutkan di atas. Indonesia,Malaysia,bruneidarussalam. (ini versi miftah, monggo bila ada referensi lain..). Dan saya menyebut konsep ini dengan konsep &lt;b&gt;“Kebangkitan Islam dari Nusantara”.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Untuk visi besar ini,dan dengan didasari dengan segala paparan diatas, saya membuat suatu pusat komunikasi 3 negara ini, walau hanya baru via milist. Disini harapannya bisa saling mengeksplore perkembangan dakwah satu sama lain di Negara masing2…bukan sekedar itu tentunya, juga menghasilkan konsep2 besar.. resolusi bersama, untuk menggapai visi peradaban itu..insyaallah…&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ini mimpi besar saya, mimpi yang saya rasa kian nyata, kian dekat, kian jelas jalannya. Yang tadinya belum terpola arahnya, kini bukan lagi hanya sekedar kata abstrak., Alhamdulillah sketsanya sudah mulai berpola… DA’I GLOBAL… mimpi yang kian meneguhkan cita-cita saya, menjadi seorang ARSITEK PERADABAN. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Sungguh sangat besar cintaNya pada kita, konsep inilah yang di ajarkan Allah pada saya dalam jaulah singkat saya ke Negara tetangga… ini konsep dasarnya, dan subhanallah, Allah juga menunjukkan dan memberikan perangkat pendukungnya.. banyak mimpi dan konsep yang Allah berikan sebagai bekal. Tentunya Allah mengajarkan ini dengan tujuan besar,untuk bekal membangun sebuah tatanan peradaban besar nantinya. Peradaban islami.peradaban qur’ani. Peradaban madani. insyaallah…&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Mungkin inilah mimpi saya yang mudah-mudahan menjadi spirit bersama.&lt;br /&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CD_MIFT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CD_MIFT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CD_MIFT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}p	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0in;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0in;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;}@page WordSection1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.WordSection1	{page:WordSection1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Sebagai penutup, izinkanlah saya menyampaikan sebuah kisah seorang sahabat nabi,&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Diriwayatkan dari Syidad bin al-Had radhiallahu ‘anhu bahwasanya seorang lelaki dari Arab Badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam –kemudian beriman kepadanya dan mengikuti ajarannya– lalu orang itu berkata kepada Nabi, &lt;b&gt;“Aku berhijrah untuk mengikuti ajaranmu.”&lt;/b&gt; Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada para sahabat tentang orang tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Setelah kembali dari suatu peperangan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memperoleh harta rampasan perang. Rampasan tersebut dibagi-bagi untuk nabi dan para sahabat. Orang Badui tersebut juga mendapat bagian. Tetapi ia tidak kelihatan. Ketika suatu hari ia berada di tengah-tengah sahabat. Para sahabat memberikan jatah tersebut kepadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Ia bertanya, &lt;b&gt;“Apa ini?”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Para sahabat menjawab, &lt;b&gt;“Bagian (jatah) mu yang telah disisihkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.”&lt;/b&gt; Ia mengambil jatah tersebut lalu mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya bertanya, &lt;b&gt;“Apakah ini?”&lt;/b&gt; Beliau menjawab, &lt;b&gt;“Aku telah menyisihkannya untukmu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Dia berkata, &lt;b&gt;“Aku mengikutimu bukan untuk memperoleh seperti ini, tetapi agar aku terkena anak panah di sini -sambil mengisyaratkan ke lehernya- sehingga aku menemui ajalku dan masuk Surga.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, &lt;b&gt;“Jika Engkau jujur kepada Allah, niscaya Allah percaya dan akan menyampaikan keinginanmu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Ia terdiam sejenak, kemudian bangkit untuk ikut serta memerangi musuh. Setelah itu datang seseorang menggotongnya sambil membawa pedang, dia terluka pada bagian sebagaimana yang ia isyaratkan, lehernya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, &lt;b&gt;“Apakah ini orang Badui yang itu?”&lt;/b&gt; Para sahabat menjawab, &lt;b&gt;“Benar.”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;“Ia jujur kepada Allah maka Allah memenuhi permintaannya.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengkafaninya dengan baju jubah beliau, kemudian menshalatkannya. Di antara doa yang dipanjatkan Nabi untuknya adalah, &lt;b&gt;“Ya Allah, ini adalah hambaMu, keluar dari kabilahnya untuk berhijrah menuju jalanMu, kemudian mati syahid karena terbunuh, dan aku menjadi saksi atas yang demikian itu.” &lt;/b&gt;( Shahih Sunan an-Nasa’i, hal. 420.)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt; 99 Kisah Orang Shalih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Dan ikhwah fillah rahimakumullah, insyaallah tulisan ini adalah bentuk kejujuran saya kepada Allah swt yang maha agung, mudah-mudahan Allah memperkenankannya… amiin..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-7289436673378883231?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/7289436673378883231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/06/visi-peradaban-be-teacher-of-universe.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/7289436673378883231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/7289436673378883231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/06/visi-peradaban-be-teacher-of-universe.html' title='VISI PERADABAN, BE A TEACHER OF UNIVERSE…'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TCSa008GNOI/AAAAAAAAACU/ysrwrjKESyI/s72-c/jalur+perdagangan.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-6708413176201003572</id><published>2010-06-16T15:38:00.001+07:00</published><updated>2010-06-16T15:40:56.276+07:00</updated><title type='text'>Inikah Ukhuwah?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Bulan mei 2010, alhamdulillah wa syukurillah Allah berkenan memperjalankan saya ke negeri seberang... dari berbagai macam agenda dan kunjungan yang saya jalani, ada 2 hal yang sangat lekat di fikiran saya sampai saat ini... visi besar dan ukhuwah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Disana saya memiliki beberapa teman dari beberapa negara, memang belum lama kenal, tapi sungguh lebih terasa manisnya ukhuwah bersama mereka. tahukah apa yang menyatukan kita? visi besar. ya, visi besar kejayaan (insyaallah akan saya coba tuliskan di postingan berikutnya). &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dari hanya 2 hari kebersamaan saya bersama mereka, yang paling menggetarkan dan menjadikan ukhuwah ini kian kuat terhunjam adalah saat kita hendak berpisah.(bukan berarti ketika aktivitas bersama tidak lho.,).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Seperti layaknya perpisahan antar sahabat (ikhwan), "berpelukan" bisa dikatakan hal lumrah yang biasa terjadi dalam setiap prosesi perpisahan. ini begitupun dengan perpisahan kami. saat hendak berpisah , kamipun berpelukan sebagaimana biasanya kebanyakan orang, lalu bersalaman. tapi sungguh pada perpisahan ini saya benar-benar mendapatkan kesan yang berbeda dan luar biasa. sebuah ungkapan. ya sebuah ungkapan yang belum pernah saya dapatkan seumur hidup saya. sebuah ungkapan cinta. ya, sebuah ungkapan cinta... (terlebih dari seorang ikhwan, lho?..)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Setelah bersalaman, ketika tangan kita masih dalam satu kepalan, sahabatku itu kemudian memandang wajah saya seraya berkata berat, " akhi,,, ana uhibbuka fillah.." dan kembali memeluk saya...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Bisa dibayangkan bagaimana keadaan saat itu? dan apa yang saya rasakan?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;saya sungguh sangat kaku, kaget, grogi, dan perasaan-perasaan aneh lainnya. fenomena yang sungguh belum pernah saya alami bersama saudara-saudara saya di indonesia, bahkan belum pernah saya lakukan kepada saudara-saudara saya di keluarga sekalipun.sekalipun. suasana saat itu sungguh belum pernah saya alami sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ada sebuah dorongan energi dan keharuan yang datang entah dari mana.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;saat itu, barulah kusadari.... inilah UKHUWAH.sungguh indah dan manis terasa, bila segalanya didasari dengan IMAN.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Subhanallah... sungguh indah jalan ini, syukurku hanya padaMU ya rabb... terimakasih atas segala karuniaMu kepada hambamu ini..&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Diriwayatkan oleh  Anas ra.,&lt;br /&gt;"Ada seorang laki-laki di sisi Nabi SAW. Tiba-tiba ada sahabat lain yang berlalu. Laki-laki tersebut lalu berkata, "Ya Rasulullah SAW, sungguh saya mencintai orang itu (karena Allah SWT)." Maka Nabi SAW bertanya, "Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?" "Belum", jawab laki-laki itu. Nabi SAW bersabda, "Maka bangkit dan beritahukanlah padanya, niscaya akan mengokohkan kasih sayang di antara kalian." Lalu ia bangkit dan memberitahukan, "Sungguh saya mencintaimu karena Allah." Maka orang ini berkata, "Semoga Allah SWT mencintaimu, seperti engkau mencintaiku karenaNya." (HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Albani).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;dan sejak saat itu, saya berazzam, akan senantiasa menebar cinta*...&amp;nbsp; dimulai dari keluarga dan sahabat2 tercinta...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Simple sahabatku, hanya dengan mengungkapkan rasa cinta kita kepada keluarga dan sahabat kita.,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;jika kita belum pernah mengungkapkannya kepada ayah bunda kita, kepada saudara-saudara dan sahabat kita, marilah kita mulai tebar benih cinta itu... cinta hanya karena Allah semata...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dan sahabatku, sungguh, saya mencintai kalian semua, karena Allah...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;catatan:&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;saran dan ajakan ini tidak berlaku untuk yang bukan mahram dan semacamnya lho!...hehe...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;hanya untuk ukhuwah islamiyah bersama sahabat2 perjuangan...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;hanya berlaku dengan etika dan bingkai syari'ah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-6708413176201003572?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/6708413176201003572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/06/inikah-ukhuwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/6708413176201003572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/6708413176201003572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/06/inikah-ukhuwah.html' title='Inikah Ukhuwah?'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-8200612160831637524</id><published>2010-06-15T13:53:00.003+07:00</published><updated>2010-06-15T13:54:42.443+07:00</updated><title type='text'>Adakah solusi Pemadaman bergilir di indonesia?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terhitung mulai tahun 2005 perusahaan listrik Negara (PLN) menerbitkan himbauan kepada masyarakat untuk melakukan penghematan listrik ketika beban puncak, yaitu terhitung jam 17.00-22.00. ini dikarenakan kebutuhan yang kian hari semakin meningkat sedangkan pasokannya tidak bertambah. Sebagai negara berkembang Indonesia tentunya memerlukan banyak energi listrik terutama untuk memenuhi kebutuhan industri, pelayanan masyarakat, pembangunan infrastruktur ataupun untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Saat ini hampir semua alat-alat pemenuh kebutuhan masyarakat dan bahkan infrastruktur yang ada digerakkan oleh mesin yang membutuhkan listrik ataupun bahan bakar sedangkan sampai saat ini kita masih sangat bergantung pada energy tak terbarukan seperti energy fosil ataupun gas alam yang itupun cadangannya makin menipis dari hari ke hari.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jeratan krisis listrik nasional yang  sampai posisi saat ini makin parah membuat pemerintah dalam hal ini PLN bertindak cepat. Konsumsi akan energi listrik nasional yang terus meningkat membuat pemerintah berencana membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara yang memang sampai saat ini merupakan cadangan terbesar yang memungkinkan untuk di berdayakan walaupun ini tetap bukan merupakan solusi yang tepat untuk keberlangsungan jangka panjang karena batu bara masih tergolong pada sumber energy tak terbarukan yang akan habis dan tidak bisa di daur ulang meskipun Indonesia memang masih mempunyai cadangan batu bara yang diprediksikan cukup untuk cadangan 45 tahun kedepan, tapi bagaimanapun batu bara tetap jenis sumber energy tak terbarukan yang akan habis sedangkan kebutuhan energy di masyarakat dipastikan akan terus meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Refernsi yang menjanjikan dan telah direkomendasikan banyak ahli energi adalah pembangunan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) yang sampai saat ini masih di anggap controversial karena memang terlalu banyak kepentingan yang bercokol di dalamnya. Rencana pembangunan PLTN sebenarnya telah lama di canangkan di Indonesia mulai dari tahun 70-an.  Adanya Program study Teknik Nuklir di UGM adalah merupakan bukti perencanaan pemerintah sejak dahulu tetapi sampai sekarang sudah hampir 40 tahun masih belum terlaksana. Seringkali orang mendengar kata nuklir sudah takut terlebih dahulu, masyarakat hanya melihat sisi buruk dari nuklir itu sendiri karena pemikiran masyarakat telah terkontaminasi oleh peristiwa pemboman hirosima dan Nagasaki jepang pada saat terjadi perang dunia II tentang nuklir. Padahal nuklir ini termasuk sumber energy yang sangat ramah lingkungan dibandingkan sumber energy fosil yang telah popular digunakan, dan aman jika di operasikan sesuai dengan standar prosedur yang ada.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemanfaatan teknologi nulir ini akan dapat menyediakan energi listrik yang sangat besar dengan bahan baku yang efisien dan juga melimpah ada di Indonesia. Jika Indonesia membangun PLTN diperkirakan sumber energy ini bisa bertahan sampai ratusan tahun kedepan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi sayangnya memang sangat sulit untuk menggoalkan proyek nuklir di Indonesia karena aspek politik luar negeri yang tidak menginginkan Indonesia bisa mandiri dan mapan dalam bidang energy yang nantinya tidak lagi akan bergantung pada pihak asing, atau aspek ekonomi para pengusaha pembangkit-pembangkit listrik yang akan merugi dan bahkan bangkrut jika dibangunnya PLTN di Indonesia karena perbandingan efektifitas dan produktifitas dari 1 PLTN bisa sebanding dengan berpuluh-puluh PLTU jika di bandingkan dengan produktifitas hasilnya dan lain sebagainya masih banyak factor yang mempengaruhi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia menjadi Negara yang berkedaulatan energy tidak akan pernah terjadi jika regulasi tentang pengelolaan energy nasional masih bisa dikendalikan oleh asing. Indonesia akan mampu menjadi Negara yang berkedaulatan energy hanya jika pemerintahnya berani mengambil sikap dan berani mengambil resiko dalam memutuskan kebijakan perencanaan dan pengelolaan energy nasional secara mandiri dan independen dari segala kepentingan yang ada terkecuali hanya untuk kepentingan kesejahteraan bagi rakyatnya .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-8200612160831637524?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/8200612160831637524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/06/adakah-solusi-pemadaman-bergilir-di.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/8200612160831637524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/8200612160831637524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/06/adakah-solusi-pemadaman-bergilir-di.html' title='Adakah solusi Pemadaman bergilir di indonesia?'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-6729994754447697065</id><published>2010-06-15T13:49:00.000+07:00</published><updated>2010-06-15T13:49:05.583+07:00</updated><title type='text'>Mahasiswa sebagai oposisi pemerintah? (opini oktober 09)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TBciIztaiUI/AAAAAAAAAB8/gWqd4Eg1aHI/s1600/11446_1196172637005_1609141143_476715_5057951_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TBciIztaiUI/AAAAAAAAAB8/gWqd4Eg1aHI/s320/11446_1196172637005_1609141143_476715_5057951_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CD_MIFT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CD_MIFT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CD_MIFT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page WordSection1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.WordSection1	{page:WordSection1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;20 oktober 2009, hari dimana Susilo bambang Yudhoyono di kukuhkan kembali menjadi Presiden Republik Indonesia yang ke dua kalinya dengan mencatat kemenangan yang cukup signifikan. Angka 60% yang dicapai kubu SBY beserta rombongan koalisinya menjadikan suara di DPR/MPR cenderung homogen. Bahkan pihak-pihak yang sudah sejak dari awal mendeklarasikan diri sebagai oposisi sejatipun pada akhirnya merubah haluan kebijakannya menjadi mitra strategis pemerintahan karena tertarik dengan tawaran yang diberikan pemerintah terpilih di MPR. Ketua MPR seharusnya dipilih dari partai pemenang, tetapi saat ini malah dilimpahkan kepada partai yang dulunya adalah Oposisi. Hal ini mengindikasikan sebuah pendekatan dari presiden terpilih dalam upaya “pengamanan posisi” atau homogenisasi pemerintahan yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Keadaan ini memunculkan banyak kekhawatiran dari berbagai pihak akan munculnya rezim otoriter jilid 2 yang dulu pernah menjadi sejarah kelam bangsa Indonesia. Adanya Oposisi dalam sebuah pemerintahan tetaplah dinilai penting adanya sebagai media penyeimbang system yang akan senantiasa mengawasi semua kinerja system yang ada. Tanpa adanya oposisi, sebuah pemerintahan berpeluang besar untuk dimanfaatkan oleh kalangan yang berkuasa dalam menggapai obsesi pribadinya seperti telah terjadi pada zaman orde baru silam, MPR/DPR hanya menjadi lembaga verifikasi belaka. Semua kebijakan tidak lagi di dasarkan atas dasar kesejahteraan masyarakat pada umumnya, tetapi hanya untuk kepentingan elit dan golongan yang berkepentingan belaka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pada akhirnya Pemerintahan Indonesia hanya terbentuk dari sebuah koalisi besar tanpa munculnya oposisi untuk mengimbangi pemerintah. Lalu siapakah yang akan menjadi kekuatan pengontrol pemerintah? Siapakah yang dapat menjadi pembela rakyat apabila terjadi kesewenangan dan kebijakan yang tidak pro-rakyat? Indonesia sekarang butuh kekuatan baru yang tidak pragmatis, netral, dan konsisten untuk membela kepentingan rakyat. Maka itu, disinilah peran mahasiswa dibutuhkan. Ketika semuanya telah berpaling dari pembelaan terhadap kepentingan dan kesejahteraan rakyat, ketika semuanya telah terjebak dalam ruang-ruang pragmatisme dan egoisme pribadi, mahasiswalah yang tetap konsisten dalam mengawal dan membaktikan diri demi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Tanpa pamrih dengan semangat dan idealismenya yang bersih, hanya untuk sebesar-besar kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan semangat dan idealismenya, mahasiswa tetap siap menjadi oposisi pemerintah sampai kapanpun. Yang akan senantiasa mengawal dan mengawasi berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia. Meskipun semua kekuatan politik telah beralih ke pemerintah, mahasiswa akan menjadi kekuatan legislatif alternatif untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Semangat perjuangan mahasiswa tidak akan mati. Mahasiswa akan terus menjadi mediator sebagai perwajahan dari rakyat Indonesia. Menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama yang harus dipenuhi oleh pemerintah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Langkah yang paling dekat dan konkret dari mahasiswa pasca dikukuhkannya susilo bambang yodhoyono (SBY) sebagai presiden yang ke-2 kalinya adalah dengan membentuk cabinet bayangan yang akan senantiasa mengawasi kebijakan pemerintahan SBY dalam 100 hari pertama pasca pelantikan. Selain itu juga menuntut janji-janji pemerintah &lt;i&gt;incumbent &lt;/i&gt;5 tahun yang lalu yang belum terlaksana dan bahkan telah ditambah lagi dengan janji-janji pada pemilu 2009 kemarin. Dengan semangat SUMPAH MAHASISWA INDONESIA, mahasiswa akan konsisten memenuhi kepentingan rakyat dan menuntut pemerintahan yang jujur dan bersih dengan turun kejalan dalam aksi menyambut pelantikan presiden baru 2009. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tiada kata akhir bagi bangsa pejuang. Maka itu juga tiada kata akhir bagi perjuangan mahasiswa. Mahasiswa akan tetap tegak sebagai pilar demokrasi dan reformasi di Indonesia dengan posisi dan sikapnya yang terus imparsial, netral, dan progresif terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Ini harapannya dapat menjadi sebuah pengingat bagi kita bersama bahwa masih ada yang harus diselesaikan di Negara ini dan mahasiswa akan tetap konsisten sebagai gerakan moral maupun intelektual di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-6729994754447697065?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/6729994754447697065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/06/mahasiswa-sebagai-oposisi-pemerintah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/6729994754447697065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/6729994754447697065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/06/mahasiswa-sebagai-oposisi-pemerintah.html' title='Mahasiswa sebagai oposisi pemerintah? (opini oktober 09)'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TBciIztaiUI/AAAAAAAAAB8/gWqd4Eg1aHI/s72-c/11446_1196172637005_1609141143_476715_5057951_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-4055857028201895465</id><published>2010-06-15T11:56:00.004+07:00</published><updated>2010-06-15T13:51:47.456+07:00</updated><title type='text'>Krisis Transportasi indonesia? (di muat di Republika September 2009)</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CD_MIFT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CD_MIFT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CD_MIFT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;	mso-ansi-language:IN;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;	mso-ansi-language:IN;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page WordSection1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.WordSection1	{page:WordSection1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Yogyakarta berpotensi menjadi kota macet seperti jakarta dan kota-kota besar lainnya di indonesia. Volume kendaraan kian meningkat padat, Jalan-jalan yang ada dipenuhi oleh kendaraan bermotor. Peningkatan volume kendaraan ini sangat terasa peningktannya dari waktu kewaktu. Dalam empat tahun terakhir saja, bisa mengalami peningkatan lebih dari 80% setiap tahunnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TBcFbHMVJQI/AAAAAAAAABk/eLdclBx8LEg/s1600/macet1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TBcFbHMVJQI/AAAAAAAAABk/eLdclBx8LEg/s320/macet1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;(gambar kemacetan di &lt;/span&gt;jalan Kalimalang Bekasi&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;, diambil dari  &lt;a href="http://suardi.wordpress.com/2008/05/08/"&gt;suardi.wordpress.com&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pada tahun 2006, hampir di setiap parkiran kampus ugm masih kosong, masih menyisakan banyak tempat, tetapi saat ini sudah tak ada lagi parkiran yang muat untuk menampung kendaraan bermotor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dulu hampir tidak pernah dirasakan adanya kemacetan di baddan jalan, tetapi saat ini hampir disetiap lampu merah mengalami kemacetan yang luar biasa panjang. Apalagi pada pagi dan sore hari, saat masuk dan keluar jam kantor. Inilah keadaan kotaku saat ini. Kota malangku yogyakarta, dan mungkin hampir disemua kota-kota besar mengalaminya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sepeda motor bukanlah menjadi barang aneh lagi,setiap orang dapat dengan mudah mendapatkan barang ini hanya dengan uang 800ribu rupiah bahkan lebih murah dari itu. Bukanlah hal yang sulit untuk mendapatkan sebuah sepeda motor pada hari ini, setiap orang dapat memilikinya dengan sangat mudah. Hal inilah yang juga ikut berpengaruh besar dalam peningkatan volume kendaraan di kota-kota besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TBcFiEiLGiI/AAAAAAAAABs/S778EbxN9cc/s1600/macet.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TBcFiEiLGiI/AAAAAAAAABs/S778EbxN9cc/s320/macet.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;(gambar kemacetan di &lt;/span&gt;jalan Kalimalang Bekasi&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;, diambil dari  &lt;a href="http://suardi.wordpress.com/2008/05/08/"&gt;suardi.wordpress.com&lt;/a&gt;)&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kendaraan yang baru sangat mudah untuk di dapatkan, sedangkan kendaraan lama tidak terus kemudian berhenti beroperasi. Semua kendaraan lama yang mengikuti uji emisi di dinas perhubungan pasti dengan mudahnya lulus uji emisi dengan uang pelicin, tradisi yang sudah mendarah daging dan belum bisa di akhiri sampai detik ini, entah mengapa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Akhirnya terjadi ketidak keseimbangan antara input dan output kendaraan bermotor di jalanan. Kendaraan baru terus diproduksi dan memasuki jalanan, tetapi kendaraan lama tidak ada yang keluar dari jalan karena semuanya tetap lulus uji emisi. Dari kendaraan jaman &lt;i&gt;batu&lt;/i&gt;pun masih boleh beroperasi. Proses substitusi antara kendaraan lama dan baru tidak berjalan, sehingga menjadi suatu hal wajar bila kemacetan kerap kita dapati di hampir semua jalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Seharusnya ada undang-undang yang mengatur tentang produksi dan pemakaian kendaraan di indonesia, sehingga ada pengaturan pengeluaran kendaraan setiap tahunnya. Tidak bebas seperti saat ini. Setiap produsen kendaraan boleh memproduksi dan mengeluarkan kendaraan kapanpun. Kalopun sudah ada, perlu ditinjau ulang pelaksanaannya. Pun dengan fungsi UJI EMISI yang dilakukan oleh dishub harus di awasi kembali pelaksanaannya, jangan sampai seperti terjadi saat ini, belum di uji kelayakan mesinnya, sudah mendapatkan surat lulus uji emisi. Hal ini bukan hanya berpengaruh pada peningkatan beban kendaraan yang luar biasa, tetapi juga sangat berpengaruh besar pada perubahan iklim global, &lt;i&gt;global warming.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Di sisi lain, bila kita melihat dari sumber energi yang digunakan dari kesemua kendaraan bermotor yang ada di indonesia saat ini, adalah bahan bakar minyak. Yang padahal menurut salah satu anggota DEN (Dewan energi Nasional) yang sekaligus dekan Fakultas teknik Ugm,Ir. Tumiran.,Meng.Phd., “cadangan minyak indonesia paling hanya tinggal 8 tahunan lagi yang sudah jelas ada sumbernya saat ini, maksimal 15 tahun dengan semua cadangan yang belum terekplorsi”. Bila ini benar, lalu maju bagaimana nasip kendaraan di indonesia 8 tahun mendatang? Padahal semua mesin yang ada semuanya menggunakan bahan bakar minyak?apakah kemudian nanti semua kendaraan itu akan menjadi seonggok sampah saja? Padahal belum ada sumber energi lain yang siap dijadikan pengganti. Dan kalopun ada, bagaimana cara mensubstitusi settingan mesin yang defaultnya adalah berbahan bakar minyak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pertanyaan-pertanyaan inilah yang seharusnya dijawab pemerintah indonesia saat ini, karena pemerintahlah yang menjadi stakeholder utama untuk mengatasinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Walluhu alam.,.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-4055857028201895465?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/4055857028201895465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/06/krisis-transportasi-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/4055857028201895465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/4055857028201895465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/06/krisis-transportasi-indonesia.html' title='Krisis Transportasi indonesia? (di muat di Republika September 2009)'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TBcFbHMVJQI/AAAAAAAAABk/eLdclBx8LEg/s72-c/macet1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-5785167314471436706</id><published>2010-06-15T10:30:00.003+07:00</published><updated>2010-06-15T18:39:23.896+07:00</updated><title type='text'>Hati-hati Tersandung Malas..</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;hmm.,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TBbyyjrBixI/AAAAAAAAABU/gGCQui_N1Gg/s1600/tersandung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TBbyyjrBixI/AAAAAAAAABU/gGCQui_N1Gg/s400/tersandung.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam sebuah perjalanan sudahlah pasti ada banyak batu sandungan dimana-mana, dan alhamdulillah beberapa waktu lalu aku berhasil menemukan satu batu sandungan yang harus ku hindari.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;ya walaupun sudah sangat banyak orang mengingatkan dan memberitahukanku tentang satu sandungan ini, tapi sungguh, merasakan, mengetahui dan menyadarinya sendiri sungguh sangat beda rasanya... lebih gimana ya, lebih nempel dan berenergi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;apakah sandungan itu?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;....M.A.L.A.S....&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;hmm,. tak biasanya aku tersandung batu besar ini, tapi alhamdulillah setelah ku menjalaninya, merasakannya, akhirnya dapat juga penyebab dan obatnya...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dari yang saya alami, satu hal penyebab inti penyakit ini, apa itu?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;...M.E.N.U.N.D.A...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;ya, penyebab utama dari ini semua adalah MENUNDA. jadi jika kita senantiasa tidak menunda-nunda segala hal yang bisa di kerjakan saat ini, insyaallah kita akan terhindar dari efek berkepanjangan penyakit akut ini...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;jadi mari B.E.R.S.E.G.E.R.A untuk melakukan segala yang bisa kita kerjakan saat ini,.jom jom jom!!!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;eits, tapi jangan lupa, bersegera tidaklah sama dengan tergesa-gesa...oke oke!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;-mief-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-5785167314471436706?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/5785167314471436706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/06/hati-hati-tersandung-malas.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/5785167314471436706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/5785167314471436706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2010/06/hati-hati-tersandung-malas.html' title='Hati-hati Tersandung Malas..'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nXDZpLZ6Vfw/TBbyyjrBixI/AAAAAAAAABU/gGCQui_N1Gg/s72-c/tersandung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-6547812315737466586</id><published>2009-11-22T06:02:00.000+07:00</published><updated>2009-11-22T06:02:03.329+07:00</updated><title type='text'>alhamdulillah.,</title><content type='html'>fyuuh, udah lama banget ya ga ngeblog,,,terlalu terlena dengan keadaan lapangan yang menghipnotis,,,&lt;br /&gt;akhirnya amanah inipun akan usai ditanganku.., walaupun begitu sangat kusadari bahwa amanah itu tidak akan pernah usai, tidak pernah akan selesai, tetapi yang ada adalah pewarisan dan pengestafetan amanah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbanggalah jika kita memiliki amanah, karena dengan amanahlah allah menjaga kita, menjaga dari berbagai macam ketidak produktifan, menjaga agar kita senantisa terbiasa sibuk dengan hal-hal yang bermanfaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sangat terasa sekali bagaimana perjalanan ini kutapaki selangkah demi selangkah,, sangat terasa nyata dan jelas... jika kita senantisa mengevaluasi dan mempersiapkan diri untuk menjalani.&lt;br /&gt;entah dari kapan kebiasaan ini melekat dalam keseharianku, berfikir mendetil, menterjemahkan keadaan, mensimulasikan dalam fikiran, hingga action plan itu sangat akrab di fikiranku,.,&lt;br /&gt;setelah ku jalani semuanya barulah ku tahu, inilah yang dinamakan manajemen diri,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang adalah benar jika kita ingin sukses, maka buatlah kebiasaan yang membawa kita kepadanya.. saya sepakat dengan statement ini., ya,., ciptakan kebiasaan baru yang akan menghantarkan kita pada kesuksesan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"positif thinking, positif talking, positif doing" insya allah akan menjadi teman setiaku kedepan....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-6547812315737466586?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/6547812315737466586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/11/alhamdulillah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/6547812315737466586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/6547812315737466586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/11/alhamdulillah.html' title='alhamdulillah.,'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-8345841652181681924</id><published>2009-09-14T07:24:00.003+07:00</published><updated>2009-09-14T07:29:34.512+07:00</updated><title type='text'>Seberapa Lamakah Sejatinya Kita Hidup????</title><content type='html'>&lt;div class="entry-body" style="width: 595px;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sudah sangat sering dan akrab ditelinga kita tentang waktu,,, ”kehidupan di dunia itu hanya &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;senda gurau belaka….”, “kehidupan di dunia sangatlah sebentar saja,kehidupan akhiratlah yang kekal abadi”,,,dari pernyataan2 alquran di atas memang kita telah mengetahui bahwa kehidupan dunia itu sangat sebentar,dan ini adalah salah satu bukti keimanan kita,yaitu iman kepada hal yang gaib,namun yang jadi pertanyaan adalah seberapa sebentar?seberapa lama???nah untuk menjawab pertanyaan itu kita simak dulu ayat2 dalam alqur’an berikut tentang waktu,,,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;"Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;sehari&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;di sisi Tuhanmu adalah seperti&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;seribu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 22:47)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam&amp;nbsp;&lt;b&gt;satu hari&lt;/b&gt;&amp;nbsp;yang kadarnya adalah&amp;nbsp;&lt;b&gt;seribu tahun&lt;/b&gt;&amp;nbsp;menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 32:5)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam&amp;nbsp;&lt;b&gt;sehari&lt;/b&gt;&amp;nbsp;yang kadarnya&amp;nbsp;&lt;b&gt;limapuluh ribu tahun&lt;/b&gt;." (Al Qur'an, 70:4)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;"Allah bertanya: 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab: 'Kami tinggal (di bumi)&amp;nbsp;&lt;b&gt;sehari atau setengah hari&lt;/b&gt;, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan&amp;nbsp;&lt;b&gt;sebentar saja&lt;/b&gt;, kalau kamu sesungguhnya mengetahui'." (Al Qur'an, 23:122-114)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Saudaraku,,,begitulah alquran menjawab pertanyaan kita. Ternyata perbandingan perhitungan waktu kita sangatlah jauh berbeda. Yakni seperti dalam ayat2 tersebut diatas,,,sehari disisi allah adalah seribu tahun menurut perhitungan kita,atau bahkan dalam ayat lainnya lebih lama,yakni sehari disisi allah adalah 50.ribu tahun menurut perhitungan kita,,,subhanalla..h.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1 hari di sisi allah = 1000 tahun dimata manusia,,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1 hari di sisi allah = 50 000 tahun dimata manusia,,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;(waktu perhitungan manusia adalah semu,dan perhitungan allahlah yang sesungguhnya)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kalau begitu mari kita hitung,,,jika kita diberikan umur hidup didunia selama 60tahun (menurut perhitungan kita),,,sebenarnya berapa lama sesungguhnya kita hidup didunia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Untuk menjawab itu kita coba pakai perhitungan yang paling sebentar dimata allah, yakni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;1 hari dimata allah = 1000 tahun perhitungan manusia,,, jadi jika kita hidup di dunia selama 60 tahun sebenarnya kita hanya hidup selama (60/1000)x24 jam = 1.44 jam =&amp;nbsp;&lt;b&gt;1jam 26.4 menit&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Subhanalla….h,,,sangat sebentar sekali ternyata kita hidup saudaraku,,, hanya&amp;nbsp;&lt;b&gt;1jam 26.4 menit&amp;nbsp;&lt;/b&gt;kita hidup didunia,,, sangat singkat sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kemudian mari kita urai,,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Selama 60 tahun kita hidup itu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kita tidur 8 jam sehari,,,berarti 20 tahun kita habiskan hanya untuk tidur,,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kita shalat 5menit*5 kali = 25 menit sehari,,,berarti kita selama hidup waktu yang kita gunakan untuk shalat hanya selama 1.041667 tahun rekan2,,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Lalu sisanya kita gunakan untuk apa???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Berapa lama kita berbuat maksiat dalam sehari???satu menit?dua menit?satu jam? Coba hitung sendiri,,,sudah berapa banyak amal kita saat ini?sudah berapa sering kita ibadah dalam satu hari?berapa lama?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Coba HITUNG, lebih berat mana amal ibadah yang telah kita lakukan dibandingkan dengan maksiat atau lainnya???silahkan renungkan sendiri….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Lalu apakah tujuan hidup kita sebenarnya??? Masih berhargakah dunia yang selalu kita dambakan?masih berhargakah pekerjaan yang selalu kita tuju yang konon katanya untuk kebahagiaan???kebahagiaan yang mana? Matre,matre untuk apa? Uang kita,pekerjaan kita,jabatan kita, tidak bisa kita pakai untuk membeli syurga,,,,kecuali semuanya kita tujukan hanya untuk ALLAH semata. Cukuplah Allah menjadi tujuan kita bersama….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ibnul qoyyim pernah berkata,,”seseorang belum dikatakan sebagai muslim sebelum dia bisa menjawab 3 pertanyaan,1 akan menjadi apa dia di usia 20,40,dan 60 tahun?,2 sedang at telah menjadi apa ketika di meninggal dunia?, dan 3apa yang ingin dikenang oleh masyarakat sekitar kita ketika kita telah meninggal dunia?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Anda mengaku seorang muslim?sudah terjawabkah pertanyaan itu???tanyakan pada diri anda,ingin jadi apa sebenarnya anda??? seorang birokrasi? teknokrat? dokter? akuntan? psikolog? apakah itu yang anda cari??? perbaiki arahan hidup kita saudaraq….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Cukuplah allah satu-satunya tujuan kita bersama,karena dengan itu,segala macam apapun jerih payah yang kita usahakan,tenaga yang kita kerahkan,harta yang kita keluarkan, waktu yang kita pergunakan, bahkan lelah dan luka yang kita alami akan selalu bernilai besar di mata allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;By :&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Mief"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 134.85pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 7.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-8345841652181681924?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/8345841652181681924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/seberapa-lamakah-sejatinya-kita-hidup_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/8345841652181681924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/8345841652181681924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/seberapa-lamakah-sejatinya-kita-hidup_14.html' title='Seberapa Lamakah Sejatinya Kita Hidup????'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-1232269300881758251</id><published>2009-09-13T01:57:00.000+07:00</published><updated>2009-09-13T01:57:55.430+07:00</updated><title type='text'>Penjajahan Teknologi</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi yang ada sekarang ini merupakan produk dari perang bahkan bisa jadi semua teknologi yang ada saat ini seperti handphone,internet,pesawat,mobil,computer dan teknologi lainnya adalah produk dari perang. Dengan adanya perang, yang memiliki teknologi tercanggihlah yang akan menguasai medan pertempuran sehingga semua kalangan berlomba-lomba untuk menjadikan dirinya sebagai pihak yang terkuat dengan terknologi tercanggih yang dimilikinya.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dunia saat ini tengah memasuki era nanoteknologi. Barang-barang yang dihasilkan dibuat semakin prktis dan simple dengan kapasitas yang jauh lebih besar, tapi ukuran jauh lebih kecil dan kemampuan kerja yang makin tinggi juga. Dengan nanoteknologi Israel telah bisa membuat &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Robot nyamuk yang dapat mengitari target yang tidak bisa di jangkau oleh peluncur rocket yang mereka namai "bionic hornet" atau bisa di sebut Remote Pilot-less Vehicle (RPV). Ini adalah salah satu dari beberapa senjata yang sedang di kembangkan oleh ilmuan militer Israel. Beberapa di antara nya adalah sarung tangan yang dapat membuat pemakai memliki kekuatan "bionic man" dan sensor kecil untuk mendeteksi pembom bunuh diri. Prototype untuk senjata-senjata baru ini akan siap dalam waktu 3 tahun.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Robot nyamuk adalah salah satu produk yang dihasilkan oleh militer Israel pada tahun 2006, lalu telah menghasilkan apa militer Israel pada tahun 2009 sekarang ini? Dan bila kita bandingkan dengan Indonesia telah menghasilkan teknologi apa Indonesia saat ini?bahkan sampai detik ini Indonesia belum bisa meluncurkan roket sendiri, apalagi meluncurkan satelit komunikasi keluar angkasa. Padahal saat ini hamper seluruh masyarakat Indonesia telah mempunyai HP, dan mereka sangat bangga dengan HP yang mereka miliki. bahkan HP menjadi tolok ukur kemapanan dan keadaan strata social seseorang bagi sebagian masyarakat. Tanpa mereka sadari bahwa sebenarnya komunikasi HP dihubungkan oleh satelit, dan sampai saat ini Indonesia belum mampu menciptakan satelitnya sendiri. Selama ini Indonesia hanya baru mampu membeli satelit dari rusia atau amerika, dan itupun “ngutang”. Secara logika, produsen pastilah lebih mengetahui keadaan dan segala teknis pengoperasian dari barang yang dibuatnya dibandingkan dengan konsumen yang hanya terima jadi. Jadi bila satelit komunikasi kita saat ini kita beli dari rusia atau amerika, pastilah mereka bisa dengan mudah mengakses semua data komunikasi yang kita miliki. &lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jadi menjadi hal wajar bila sampai saat ini Indonesia masih seperti ini keadaannya, sangat mudah di “obok-obok” oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan. Tetapi ironisnya hanya sedikit dari masyarakat Indonesia yang sadar dan mau menyikapi hal ini. Ataupun ada yang telah sadar dan mengetahui tapi mereka hanya pasrah pada keadaan yang tengah terjadi.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menjadi peran dan tanggung jawab kita sebagai generasi muda yang paling lama berada di panggung akademis (baca; mahasiswa) untuk senantiasa terus menghasilkan inovasi dan kreasi teknologi agar kita bisa kembali menaikkan harga diri dan martabat bangsa ini di mata internasional.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“&lt;i&gt;kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia,&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Tidak juga popularitas, atau hanya sekedar ucapan terimakasih, yang kami harap adalah ; terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari allah pencipta alam semesta”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-1232269300881758251?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/1232269300881758251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/penjajahan-teknologi_13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/1232269300881758251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/1232269300881758251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/penjajahan-teknologi_13.html' title='Penjajahan Teknologi'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-5363030441725217305</id><published>2009-09-12T20:48:00.002+07:00</published><updated>2009-09-12T20:48:47.742+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Renungan Perjalanan</title><content type='html'>Assalamu'alaykum,,,&lt;br /&gt;semoga  bisa  menjadi  renungan&lt;br /&gt;untuk  bersama-sama  menjadi  lebih  baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;Berhentilah  sejenak.  Duduklah.  Hirup  kuat-kuat  udara,  lalu  hembuskan&lt;br /&gt;kembali  dengan  perlahan.  Sesungguhnya  kita  butuh  beristirahat.  Butuh&lt;br /&gt;melonjorkan  kaki  sejenak.  Butuh  air  dingin  walau  seteguk.  Dan  butuh&lt;br /&gt;berhenti  untuk  mendapatkan  kekuatan  kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;Tahulah  betapa  pegalnya  kaki-kaki  kalian  menapaki  jalanan  ibukota  dalam&lt;br /&gt;aksi-aksi  yang  digelar.  Tahulah  betapa  sesaknya  nafas  kalian&lt;br /&gt;menyuarakan  kebenaran  di  hadapan  kezhaliman  penguasa.  Tahulah  betapa&lt;br /&gt;sengat  mentari  telah  membuat  kulit  kalian  kian  legam.  Dan  tak  terkata&lt;br /&gt;deras  peluh  yang  mengucur.  Tak  terkira  berapa  rupiah  telah  terpakai.  Tak&lt;br /&gt;terhitung  waktu  yang  berjalan  melewati  rapat-rapat  yang  melelahkan.&lt;br /&gt;Pengorbanan  antum,  Yaa  ikhwah  fillah…,  cukuplah  4JJI  yang  akan&lt;br /&gt;membalasnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;Dalam  peristirahatan  ini,  mari  sama-sama  kita  renungkan,  siapa  sebenarnya&lt;br /&gt;diri  kita.  Apa  hakikat  kita  wahai  ikhwah?  Siapa  kita  hingga  menyangka&lt;br /&gt;kitalah  yang  terbaik  dia  antara  semua?  Siapa  kita  hingga  sesumbar  bahwa&lt;br /&gt;kita-lah  yang  lebih  tahu  daripada  yang  lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;Banyak-banyaklah  beristighfar.  Kita  boleh  bangga  karena  4JJI  telah&lt;br /&gt;memasukkan  kita  ke  dalam  barisan  ini.  Kita  harus  bersyukur  bahwa  tak  semua&lt;br /&gt;orang  bisa  terpilih.  Ya,  kita  adalah  manusia-manusia  pilihan.  Yang  tak&lt;br /&gt;sembarang  menerima  pembelajaran.  Yang  tak  asal-asalan  diikutsertakan.  Kita&lt;br /&gt;boleh  bangga,  Ikhwah.  Sebab  kita-lah  orang-orang  pilihan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;Tundukkan  dalam-dalam  wajah  dan  hatimu  di  hadapan-Nya.  Hakikat&lt;br /&gt;orang-orang  pilihan  bukanlah  berarti  kita  bisa  menyombongkan  diri.&lt;br /&gt;Predikat  orang-orang  pilihan  tidaklah  bermakna  kita  bisa  memandang  rendah&lt;br /&gt;semuanya.  Orang-orang  pilihan  bukanlah  yang  petantang-petenteng  menganggap&lt;br /&gt;yang  lainnya  tak  bisa  apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi  orang-orang  pilihan,  wahai  Saudaraku…,  adalah  yang  mampu  menerima&lt;br /&gt;amanah  sebesar  dan  seberat  apapun.  Orang-orang  pilihan  adalah  yang  selalu&lt;br /&gt;merendah  hati,  ibarat  bulir  padi  yang  semakin  merunduk  kala  ia  matang.&lt;br /&gt;Orang-orang  pilihan  adalah  yang  selalu  berusaha  meluruskan  kesalahan,  pun&lt;br /&gt;tak  marah  kala  ia  diingatkan.  Orang-orang  pilihan  adalah  yang  dapat&lt;br /&gt;dipercaya,  yang  kuat  dan  tegar  menghadapi  rintangan,  dan  selalu  berfikir&lt;br /&gt;positif  bahwa  semua  ini  bukanlah  beban.  Orang-orang  pilihan  adalah  yang&lt;br /&gt;sanggup  membuktikan  bahwa  dirinya  memang  benar-benar  orang  yang  dipilih&lt;br /&gt;dengan  tidak  sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;Adakah  kita  benar-benar  merupakan  orang-orang  pilihan?  Orang-orang  yang&lt;br /&gt;dapat  dipercaya  mengemban  amanah,  yang  bumi  serta  gunung-gunung  enggan&lt;br /&gt;untuk  menerimanya?  Atau  jangan-jangan  kita  telah  tertipu  oleh  panggilan&lt;br /&gt;itu?  Jangan-jangan  tanpa  sadar  kita  terjebak  label  dan  telah  merasa  cukup&lt;br /&gt;hebat  dengan  itu  semua?  Jangan-jangan  kita  menyangka  telah  berbuat  baik,&lt;br /&gt;sementara  tak  setitikpun  perbuatan  kita  bernilai  di  sisi  4JJI?&lt;br /&gt;“Katakanlah,  ‘Apakah  akan  Kami  beritahukan  kepadamu  tentang  orang-orang&lt;br /&gt;yang  paling  merugi  perbuatannya?  Yaitu  orang-orang  yang  telah  sia-sia&lt;br /&gt;perbuatannya  dalam  kehidupan  dunia  ini,  sedangkan  mereka  menyangka  bahwa&lt;br /&gt;mereka  berbuat  sebaik-baiknya.”  (QS.  Al  Kahfi  :  103-104).&lt;br /&gt;Na’udzubillaahi  min  dzaalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Predikat  itu  tidaklah  boleh  membuat  kita  kemudian  merasa  aman  dari  azab&lt;br /&gt;4JJI.  Sapaan  itu  tidaklah  mengesahkan  bahwa  kita  boleh  bersantai-santai.&lt;br /&gt;Label  orang-orang  pilihan  bukanlah  legitimasi  bahwa  kita  sah-sah  saja&lt;br /&gt;berbuat  seenaknya,  berlaku  sombong  dan  merendahkan  yang  lainnya.&lt;br /&gt;Padahal  saudaraku…,  siapa  tahu  di  luar  sana  ternyata  jauh  lebih  banyak&lt;br /&gt;orang  yang  layak  mendapat  predikat  itu?  Siapa  mengira  bahwa  mungkin  saja&lt;br /&gt;label  ini  dapat  menjadi  fitnah  dan  bumerang  bagi  diri  kita  di  kemudian&lt;br /&gt;hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  saudaraku…,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah  merenungi  hakikat  orang-orang  pilihan  itu.  Janganlah  berhenti&lt;br /&gt;memuhasabahi  diri  sebelum  semuanya  terlambat.  Dan  senantiasalah  dekatkan&lt;br /&gt;jiwamu  pada  Penguasa  yang  menggenggamnya.  Orang-orang  pilihan  harus  bisa&lt;br /&gt;membuktikan  bahwa  ia  memang  layak  mendapat  predikat  itu.  Orang-orang&lt;br /&gt;pilihan  harus  mampu  menunjukkan  keoptimalan  usahanya.  Orang-orang  pilihan&lt;br /&gt;tidaklah  boleh  men-judge  yang  lain  seenaknya,  menganggap  rendah,  bahkan&lt;br /&gt;merasa  dirinya  yang  paling  baik.  Orang-orang  pilihan  bukanlah  barisan&lt;br /&gt;penggembira  yang  tak  mau  bertanggung  jawab  terhadap  apa  yang  tlah  ia&lt;br /&gt;perbuat.  Bukan  yang  keasyikan  bercanda,  lepas  tertawa-tawa,  dan  menganggap&lt;br /&gt;enteng  apa  yang  sudah  ditaklifkan  kepadanya.  Bukan…  Bukan  seperti  itu  tipe&lt;br /&gt;orang-orang  pilihan,  Saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang  pilihan  adalah  yang  tak  pernah  mengeluhkan  jauhnya  perjalanan.&lt;br /&gt;Orang-orang  pilihan  adalah  yang  tak  cepat  putus  asa  ketika  menghadapi&lt;br /&gt;rintangan  dan  ancaman.  Orang-orang  pilihan  adalah  yang  tegar  ketika&lt;br /&gt;cobaan-Nya  diturunkan.  Orang-orang  pilihan  adalah  yang  selalu  mengkritisi&lt;br /&gt;kezhaliman  dan  kesalahan,  tapi  sekaligus  juga  tak  pernah  keberatan  ketika&lt;br /&gt;mendapat  teguran  dan  kritikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Renungkanlah.  Adakah  kita  benar-benar  layak  menjadi  orang-orang  pilihan&lt;br /&gt;itu?  Mari,  jawab  saja  dengan  pembuktian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai  orang-orang  yang  beriman,  barang  siapa  di  antara  kamu  yang  murtad&lt;br /&gt;dari  agamanya,  maka  kelak  Allah  akan  mendatangkan  suatu  kaum  yang  Allah&lt;br /&gt;mencintai  mereka  dan  mereka  pun  mencintai-Nya,  yang  bersikap  lemah  lembut&lt;br /&gt;terhadap  orang  yang  mukmin,  yang  bersikap  keras  terhadap  orang-orang&lt;br /&gt;kafir,  yang  berjihad  di  jalan  Allah,  dan  yang  tidak  takut  kepada  celaan&lt;br /&gt;orang  yang  suka  mencela.  Itulah  karunia  Allah,  diberikan-Nya  kepada  siapa&lt;br /&gt;yang  dikehendaki-Nya,  dan  Allah  Maha  Luas  (pemberian-Nya)  lagi  Maha&lt;br /&gt;Mengetahui.”  (QS.  Al-Maidah:54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan  dakwah  yang  membutuhkan  kita,  tapi  kitalah  yang  membutuhkan  dakwah.&lt;br /&gt;"BERGERAK  ATAU  TERGANTIKAN!!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-5363030441725217305?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/5363030441725217305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/sebuah-renungan-perjalanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/5363030441725217305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/5363030441725217305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/sebuah-renungan-perjalanan.html' title='Sebuah Renungan Perjalanan'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-4406916527904371810</id><published>2009-09-12T20:47:00.004+07:00</published><updated>2009-09-13T13:51:28.424+07:00</updated><title type='text'>SETULUS APAKAH KOMITMEN KITA TERHADAP DAKWAH???</title><content type='html'>&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ketika begitu banyak tanggung jawab yang harus dipikul dan kesibukan yang harus dituntaskan, seorang da’i bisa saja lupa akan hakikat komitmennya dalam dakwah sehingga lalai dengan hak-hak dakwah yang harus ditunaikannya.dia mendzalimi diri sendiri dan tidak membersihkannya, tidak mendidiknya, tidak mengontrol, tidak mengevaluasi (muhasabah), dan tidak meluruskannya. Bisa saja dia lalai dengan hak-hak saudara-saudara seperjuangan dan dakwahnya. Merasa keberatan untuk mengorbankan harta dan hanya memberi sedikit waktu yang tersisa dari semua aktivitasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Dia menjadi sering terlambat menghadiri liqa’ dan tuntutan-tuntutan dakwah lainnya.semua tugasnya dilakukan hanya berdasarkan kecendrungan dan kemauan dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Untuk itu adalah penting untuk kembali mengemukakan pertanyaan pada diri sendiri. Apa komitmen saya terhadap dakwah?apakah cukup dengan sekedar mendukung dan mengaguminya? Atau, apakah cukup hanya dengan memberi dukungan finansial? Apakah banyak peran aktif yang saya berikan terhadap harakah?&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Masih banyak lagi pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap da’i agar bisa mengenal lebih jauh tentang hakikat komitmennya terhadap dakwah.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus, maka tidak akan banyak da’i yang berguguran ditengah jalan. Dakwah akan terus melaju dengan mulus untuk meraih tujuan-tujuannya dan mampu memancangkan prinsip-prinsipnya dengan kokoh.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus, niscaya hati banyak orang akan menjadi bersih,pikiran mereka akan bersatu, dan fenomena ingin menang sendiri saat berbeda pendapat akan jarang terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus, maka sikap toleran akan semarak, rasa saling mencintai akan merebak, hubungan persaudaraan semakin kuat, dan barisan para da’i akan menjadi bangunan yang berdiri kokoh dan saling menopang.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus, maka ia tidak akan peduli saat ia ditempatkan di bagian depan atau belakang. Komitmennya tidak akan berubah saat dia diangkat menjadi seorang pemimpin yang berwenang mengeluarkan keputusa dan ditaati atau hanya sebagai jundi yang tidak dikenal atau&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;dihormati.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus,maka hati seorang da’i akan tetap lapang untuk memaafkan saudara-saudara seperjuangannya sehingga tidak tersisa tempat sekecil apapun untuk permusuhan dan dendam.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus,maka sikap toleran dan saling memaafkan akan terus berkembang, sehingga tidak ada momentum untuk menyulut kebencian, menaruh dendam dan amarah. Namun sebaliknya smboyan yang diusung bersama adalah, ” Saya sadar bahwa saya sering melakukan kesalahan, dan saya yakin anda akan selalu memaafkan saya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus,maka tidak mungkin akan terjadi kecerobohan dalam menunaikan kewajiban dan tugas dakwah. Namun yang terjadi adalah fenomena belomba-lomba untuk menunaikan kebauikan dan bersungguh-sungguh untuk mencapai derajat yang lebih tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus,maka semua orang akan sangat menghargai waktu. Bagi setiap da’i tidak ada waktu yang terbuang sia-sia karena ia akan selalu menggunakan untuk senantiasa beribadah kepada allah di sudut mihrab, atau berjuang melaksanakan dakwah dengan menyeru kepada kebaikan atau mencegah kemunkaran. Atau, menjadi murabbi yang gigih mendidik dan mengajari anak serta istrinya dirumah. Da’i yang aktif dsi mesjid untuk menyampaikan nasehat dan membimbing masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus,maka setiap da’i akan segersa menunaikan kewajiban keuangannya untuk dakwah tanpa dihinggapi rasa ragu sedikitpun. Semboyannya adalah”apa yagn ada padamu akan habis dan apa yang ada disisi tuhanmu akan kekal.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus,maka setiap da’i akan patuh dan taat tanpa merasa ragu dan bimbang.didalam benaknya,tidak ada lagi arti keuntungan pribadi dan menang sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus,maka akan muncul fenomena pengorbanan yang nyata.tidak ada kata “ya” untuk dorongan nafsu atau segala sesuatu yang seiring dengan nafs untuk berbuat maksiat. Kata yang ada adalah kata “ya” untuk setiap perbuatan yang mendekatkan diri kepada allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus,maka setiap anggota akan menaruh kepercayaan yang tinggi terhadap pemimpin fikrah. Setiap yang bergabung akan melaksanakan kebijakan pimpinannya dan menegakkan prinsip[-prinsip dakwah di dalam hatinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus,maka setiap orang yang kurang teguh akan komitmennya akan menangis, sementara yang sungguh-sungguh akan menyesali dirinya karena ingin berbuat lebih banyak dan berharap mendapat balasan serta pahala dari Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Rabbi,sampaikan kami padamu dengan sebaik-baik keadaan kami.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-4406916527904371810?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/4406916527904371810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/setulus-apakah-komitmen-kita-terhadap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/4406916527904371810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/4406916527904371810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/setulus-apakah-komitmen-kita-terhadap.html' title='SETULUS APAKAH KOMITMEN KITA TERHADAP DAKWAH???'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-9168636556192549427</id><published>2009-09-11T14:45:00.000+07:00</published><updated>2009-09-11T14:45:50.666+07:00</updated><title type='text'>SUMPAH MAHASISWA INDONESIA!!!</title><content type='html'>SUMPAH MAHASISWA INDONESIA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMI MAHASISWA INDONESIA BERSUMPAH!&lt;br /&gt;BERTANAH AIR SATU, TANAH AIR TANPA PENINDASAN,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMI MAHASISWA INDONESIA BERSUMPAH!&lt;br /&gt;BERBANGSA SATU, BANGSA YANG TIDAK MENDUAKAN KEADILAN,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMI MAHASISWA INDONESIA BERSUMPAH!&lt;br /&gt;BERBAHASA SATU, BAHASA TANPA KEBOHONGAN,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-9168636556192549427?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/9168636556192549427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/sumpah-mahasiswa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/9168636556192549427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/9168636556192549427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/sumpah-mahasiswa-indonesia.html' title='SUMPAH MAHASISWA INDONESIA!!!'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-3891630656943754926</id><published>2009-09-10T23:52:00.001+07:00</published><updated>2009-09-10T23:52:25.388+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Pengguna Media Yang Objektif dan Kritis</title><content type='html'>&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Media memiliki pengaruh dan kekuatan yang sangat besar terhadap perilaku masyarakat dalam aktivitas kesehariannya. Hal ini tidak mengherankan, karena hampir semua lapisan masyarakat mendapatkan input informasi dari media yang ada. Televisi bukanlah menjadi barang langka lagi sekarang ini, di setiap rumah telah bisa kita dapati benda ini, bahkan di daerah pelosok yang susah di akses dengan alat transportasi sekalipun bisa di dapatkan kotak ajaib ini. Data statistic menyebutkan rata-rata seseorang menghabiskan lebih dari 15 tahun dalam kehidupan untuk menonton televisi, film, video, membaca surat kabar dan majalah, mendengar radio, dan berselancar di internet. Jadi dapat dikatakan medialah yang menjadi mata dan telinga masyarakat sekarang ini untuk memahami keadaan sekitarnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Disadari ataupun tidak kemampuan kita berkomunikasi, bersikap, berfikir, bersosialisasi, dan bermasyarakat dibentuk oleh media. Bahkan kekuatan media bukan hanya mampu mempengaruhi tapi juga bisa mengubah sikap dan perasaan seseorang dengan mudah, dengan media, seseorang yang seharusnya benci setengah mati terhadap sesuatu hal bisa menjadi cinta mabuk kepayah karena informasi yang diterimanya dari media, seseorang yang seharusnya menangis tersedu-sedu bisa menjadi tertawa terbahak-bahak karena media. Seseorang yang seharusnya menjadi pahlawan besar karena jasanya bisa menjadi musuh yang ditakuti karena media. Kekuatan media di era teknologi seperti sekarang ini memang sangat mendominasi. Seperti kata Bill Gates ; “jika kamu ingin menguasai dunia kuasailah dua hal, jaringan dan media informasi” adalah benar, yang menguasai medialah yang menguasai dunia saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Media menjadi sarana yang sangat efektif untuk menginfiltrasi suatu pemikiran dan bahkan pengendalian suatu gerakan sosial masyarakat. Tidak jarang kita mendapatkan informasi yang ternyata tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya terjadi dilapangan, banyak informasi-informasi yang terkesan tendensius terhadap suatu kepentingan tertentu atau berat sebelah dalam menyampaikan informasi. Seperti ketika terjadi pelecehan terhadap seorang muslimah yang mempertahankan jilbabnya sampai meninggal dunia hamper tidak ada media yang memblowup isu ini ke public karena informasi ini di anggap tidak lebih penting dari meninggalnya sang raja pop di amerika. Kasus pelanggaran ham di ghaza, dan sampai isu terorosme yang sampai saat ini terus menyudutkan kaum muslimin. Kerena jelas yang memiliki media semuanya adalah orang-orang yang kebanyakan adalah kontra islam sehingga informasi yang disajikanpun senantiasa mengarah kea rah sang pemilik modal.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Jika dikatakan media adalah ujung tombak globalisasi, ini adalah benar. Seperti konsep globalisasi itu sendiri yang menjadikan pasar (materi) adalah parameter pembanding paling tinggi yang senantiasa mencoba untuk menghilangkan batas antara semua hal yang ada agar semuanya bisa terhubung dan bertransaksi, medialah yang bisa melakukannya. Dengan teknologi seperti sekarang ini, semuanya nyaris tak berbatas lagi. &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Disadari ataupun tidak, kita adalah konsumen dan korban dari proyek besar ini. Sebagai insane akademis yang sudah semestinya faham akan keadaan social yang terjadi, sudah seharusnya kita mampu melihat secara objektif semua informasi yang kita terima dan sekaligus menjadi filter penyeimbang bagi masyarakat yang notabene belum begitu faham akan dampak social yang terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Jadilah pengguna media yang kritis dan objektif.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-3891630656943754926?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/3891630656943754926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/menjadi-pengguna-media-yang-objektif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/3891630656943754926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/3891630656943754926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/menjadi-pengguna-media-yang-objektif.html' title='Menjadi Pengguna Media Yang Objektif dan Kritis'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-5861769109558959154</id><published>2009-09-10T23:50:00.001+07:00</published><updated>2009-09-10T23:50:33.371+07:00</updated><title type='text'>Petaka Minyak</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Di era 70-an hingga akhir 90-an, saat minyak kita pernah membuat kita menjadi eksportir, kita sama sekali lengah mempersiapkan grand design arsitektur perminyakan dan energy nasional yang terintegrasi dan mandiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Keadaan nyaman selama kurang lebih 30 tahun ini membuat badan-badan usaha Negara di sector energy lebih senang melakukan kerjasama bagi hasil, menjadi tukang tadah dengan perusahaan asing.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kebiasaan ini juga telah membuat Indonesia hanya bias menganga karena tidak mampu mengelola hasil migas dan mineralnya untuk kebutuhan energy dalam negeri.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kekayaan energy Indonesia seharusnya dimaknai sebagai anugerah, karena salah urus dan dikawal tanpa visi, kini lebih sering menjadi petaka bagi kita sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Ironis sekali, ribuan ton batubara yang melintasi sungai Mahakam setiap harinya, atau hasil gas di daerah-daerah timur Kalimantan hanya bias lewat untuk di ekspor. Sementara kota-kota dis ekitar situ setiap dua hari sekali baru bias mendapat pasokan listrik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Ongkos produksi batubara dan gas yang memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan biaya ekspor menjadi salah satu alasan utama ketergantungan kepada perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kesalahan ini terutama terletak pada desain kebijakan yang lebih memilih orientasi ekspor sebagai prioritas daripada mengamankan terlebih dahulu kebutuhan domestic dan menjawab kebutuhan energy alternative. Pola pikir seperti ini secara tidak langsung telah membentuk badan-badan usaha milik Negara dibidang energy menjadi pemalas dan terus menerus menggantungkan hidupnya pada asing.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-5861769109558959154?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/5861769109558959154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/petaka-minyak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/5861769109558959154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/5861769109558959154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/petaka-minyak.html' title='Petaka Minyak'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-6678519834192188097</id><published>2009-09-10T23:49:00.003+07:00</published><updated>2009-09-10T23:49:41.453+07:00</updated><title type='text'>Penjajahan Teknologi</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi yang ada sekarang ini merupakan produk dari perang bahkan bisa jadi semua teknologi yang ada saat ini seperti handphone,internet,pesawat,mobil,computer dan teknologi lainnya adalah produk dari perang. Dengan adanya perang, yang memiliki teknologi tercanggihlah yang akan menguasai medan pertempuran sehingga semua kalangan berlomba-lomba untuk menjadikan dirinya sebagai pihak yang terkuat dengan terknologi tercanggih yang dimilikinya.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dunia saat ini tengah memasuki era nanoteknologi. Barang-barang yang dihasilkan dibuat semakin prktis dan simple dengan kapasitas yang jauh lebih besar, tapi ukuran jauh lebih kecil dan kemampuan kerja yang makin tinggi juga. Dengan nanoteknologi Israel telah bisa membuat &lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Robot nyamuk yang dapat mengitari target yang tidak bisa di jangkau oleh peluncur rocket yang mereka namai "bionic hornet" atau bisa di sebut Remote Pilot-less Vehicle (RPV). Ini adalah salah satu dari beberapa senjata yang sedang di kembangkan oleh ilmuan militer Israel. Beberapa di antara nya adalah sarung tangan yang dapat membuat pemakai memliki kekuatan "bionic man" dan sensor kecil untuk mendeteksi pembom bunuh diri. Prototype untuk senjata-senjata baru ini akan siap dalam waktu 3 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;span class="apple-style-span"&gt;Robot nyamuk adalah salah satu produk yang dihasilkan oleh militer Israel pada tahun 2006, lalu telah menghasilkan apa militer Israel pada tahun 2009 sekarang ini? Dan bila kita bandingkan dengan Indonesia telah menghasilkan teknologi apa Indonesia saat ini?bahkan sampai detik ini Indonesia belum bisa meluncurkan roket sendiri, apalagi meluncurkan satelit komunikasi keluar angkasa. Padahal saat ini hamper seluruh masyarakat Indonesia telah mempunyai HP, dan mereka sangat bangga dengan HP yang mereka miliki. bahkan HP menjadi tolok ukur kemapanan dan keadaan strata social seseorang bagi sebagian masyarakat. Tanpa mereka sadari bahwa sebenarnya komunikasi HP dihubungkan oleh satelit, dan sampai saat ini Indonesia belum mampu menciptakan satelitnya sendiri. Selama ini Indonesia hanya baru mampu membeli satelit dari rusia atau amerika, dan itupun “ngutang”. Secara logika, produsen pastilah lebih mengetahui keadaan dan segala teknis pengoperasian dari barang yang dibuatnya dibandingkan dengan konsumen yang hanya terima jadi. Jadi bila satelit komunikasi kita saat ini kita beli dari rusia atau amerika, pastilah mereka bisa dengan mudah mengakses semua data komunikasi yang kita miliki. &lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jadi menjadi hal wajar bila sampai saat ini Indonesia masih seperti ini keadaannya, sangat mudah di “obok-obok” oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan. Tetapi ironisnya hanya sedikit dari masyarakat Indonesia yang sadar dan mau menyikapi hal ini. Ataupun ada yang telah sadar dan mengetahui tapi mereka hanya pasrah pada keadaan yang tengah terjadi.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menjadi peran dan tanggung jawab kita sebagai generasi muda yang paling lama berada di panggung akademis (baca; mahasiswa) untuk senantiasa terus menghasilkan inovasi dan kreasi teknologi agar kita bisa kembali menaikkan harga diri dan martabat bangsa ini di mata internasional.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“&lt;i&gt;kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia,&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Tidak juga popularitas, atau hanya sekedar ucapan terimakasih, yang kami harap adalah ; terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari allah pencipta alam semesta”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-6678519834192188097?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/6678519834192188097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/penjajahan-teknologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/6678519834192188097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/6678519834192188097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/penjajahan-teknologi.html' title='Penjajahan Teknologi'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-292323551854393183</id><published>2009-09-10T23:47:00.000+07:00</published><updated>2009-09-10T23:47:25.446+07:00</updated><title type='text'>Refleksi 64 tahun kemerdekaan</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Hari ini, Indonesia telah merdeka yang ke 64, jika di analogikan dengan usia seorang manusia,, mungkin sudah tua dan usia pensiun…kita telah merayakan dirgahayu kemerdekaan bangsa ini selama 64 kali rekan2,,, lalu sudahkah kita syukuri nikmat kemerdekaan bangsa ini? Sudahkah? Ingat rekan2 semua, bangsa ini merdeka bukan hanya dengan santai dan leha2 apalagi bermanja2, bangsa inimendapatkan kemerdekaannya bukan karena hadiah, tapi bangsa ini menerima kemerdekaannya dengan PERJUANGAN..,.. dengan darah!!!! Lalu apa yang telah kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan bangsa kita tercinta ini?,.,.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Jika kalian ditanya, apakah arti sebuah kemerdekaan? Merdeka berarti bebas dari semua jenis penjajahan bangsa dalam bentuk apapun, baik itu fisik, pemikiran, ekonomi, politik, budaya dan lain sebagainya…&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Lalu jika sekarang kita ditanya, apakah benar Indonesia kioni telah merdeka dengan sebenar2nya makna merdeka? Jawabannya belum rekan2 semua,,,belum..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Merdeka secara fisik mungkin adalah benar, iya, tapi secara pemikiran, politik, budaya, ekonomi, kita masih terjajah rekan2 semua…&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Lihatlah ekonomi kita, saat ini kita di jajah oleh lembaga keuangan asing dengan IMFnya, kita dibuai untuk mati dalam belitan hutang, kita di jajah dengan hutang yang terus melilit bangsa ini, ga cukup dengan itu, perekonomian kita juga dijajah dengan banjirnya produk2 luar negeri yang mematikan kemandirian dan produk2 dalam negeri,,, bangsa ini lebih bangga dan bahagia jika memakai produk luar negeri, apakah itu yang dinamakan kemerdekaan?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Lihat politik kita, bahkan suara kutukan2 kita terhadap kekejian Israel terhadap gaza, terhadap libanaon hanya dianggap angin lalu,, martabat kita dikesampingkan oleh bangsa2 internasional! Padahal dulu, 64 tahun yang lalu, kisah kejayaan dan kemerdekaan dan perjuangan bangsa ini,, telah menjadi suimber inspirasi bangsa2 di dunia untuk menjadikan bangsa2nya merdeka.,., tapi lihat kini? Bahkan untuk mempertahankan kekayaan budaya yang kita miliki saja sungguh sangat berat, batik, reog ponorogo, angklung semuanya di cap dan dipatenkan sebangai kebudayaan asli bangsa tetangga, yang padahal jelas2 itu merupakan budaya asli Indonesia, tapi kita tak mampu berbuat apa2,,, lalu apakah kita bisa disebut merdeka dalam berbudaya? Tidak rekan2 semua, kini kita terjajah kembali!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kita di didik ,dikondisikan dan dilenakan untuk menjadi insan2 yang patuh,,, orang2 yang hanya diam dan menjadi konsumen ulung, kita menjadi orang2 yang hanya diam.,,.,.,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Lalu apakah kini kita masih akan diam? Setelah kita mengetahui keadaan bangsa kita? Bangkit kawan2 semua,,,jika dulu para pejuang terdahulu bangkit melawan dengan bamboo runcingnya,,, sekarang, buktikan, dan lawan penjajahan pemikiran terhadap bangsa ini dengan pena dan suara rekan2 semua, dengan karya-karya rekan2 semua,,,jangan ragu dan takut untuk mengatakan yang benar jika memang itu benar.,,.,, hidup mahasiswa Indonesia!!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Buktikan perlawananmu dengan karya2 besarmu, dan jangan pernah bermimpi untuk menjadi orang2 besar,,, jika dulu bangsa ini pernah menjadi salah satu bangsa yang disegani oleh bangsa2 lain, pernah menjadi macan asia, buktikan,,,mari ciptakan lagi supermasi kejayaan bangsa ini dengan karya2 produktif kita….&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Ingat rekan2 semua,,, kita bukanlah dididik menjadi pekerja, bukan menjadi buruh, yang hanya sibuk dibangku perkuliahan dan menikmati panggung akademis dan setelah itu memohon untuk diterima bekerja,.ingat kawan2,,,di fakultas teknik, kita bukan dididik menjadi pekerja,,, tapi menjadi orang2 yang mandiri, yang mampu membuka lowongan pekerjaan dan berpegang teguh pada idealismenya, untuk sama2 membangun Indonesia yang lebih baik dan bermartabat!!!! (Miftah)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-292323551854393183?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/292323551854393183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/refleksi-64-tahun-kemerdekaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/292323551854393183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/292323551854393183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/refleksi-64-tahun-kemerdekaan.html' title='Refleksi 64 tahun kemerdekaan'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-6459882238332319660</id><published>2009-09-10T23:45:00.001+07:00</published><updated>2009-09-10T23:45:45.606+07:00</updated><title type='text'>Keadaan Ummat islam saat ini</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Jika kita melihat &lt;b&gt;fenomena yang terjadi saat ini&lt;/b&gt;, ummat islam kian popular, kian terangkat wajahnya, kian termahsyur syi’arnya.,.namun sayangnya kemahsyuran syi’ar dan ketertampakkan wajahnya bukan menggambarkan apa yang seharusnya dan sesungguhnya harus tergambar.. bukan keindahan atau keelokkan dirinya, namun keterpurukkkan dan kehinaan yang dimunculkan oleh media-media yang ada, berbagai media mulai dari Koran sampai internet di jejali oleh berita-berita keterpurukkan wajah islam di mata ummat akhir zaman.,tidak sedikit bahkan para pemeluknya sekalipun terkesan dengan senanghati menerima visualisasi keterhinaan yang digambarkan oleh berbagai macam media. Islam adalah teroris, islam hanya ritual keagamaan, islam agama ekstreem, islam tidak manusiawi, islam tidak mengakomodir kebebasan gender dan lain sebagainya,.,..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Dimana2 islam di &lt;b&gt;visualisasikan dengan kaum-kaum termarginalkan, kaum-kaum tertindas, kaum pelaku berbagai macam kriminalitas&lt;/b&gt;, mulai dari pembantaian bosnia Herzegovina tahun 92, belakangan invasi amerika ke afganistan, dilanjutkan dengan invasi ke irak yang mendapatkan legalitas langsung dari dewan keamanan pbb dengan suara mutlak dengan dalih terorisme, penodaan agama yang kian marak, pembuatan kartun nabi di Denmark, penerbitan buku kontroversi nabi Muhammad di mesir, pelecehan ka’bah dalam pameran seni di berlin jerman, dan pembuatan film anti kuran di belanda oleh great wealders yang itupun akhirnya dilegalkan oleh mahkamah belanda pada siding 7 april 2008 silam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Lalu apakah ini &lt;b&gt;semua kebetulan?&lt;/b&gt; Di dunia ini tidak ada yang kebetulan, semuanya by scenario, pasti ada yang mengatur.,. dan ini memang lah keinginan dari kaum anti islam yang ingin dan sengaja untuk menampakkan wajah islam dan memvisualisasikan diri islam dengan penampakan yang seperti sekarang ini, jijik, teroris, common enemy, dll. Padahal bukankan islam ini rahmatan lil’alamin?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Adalah benar bahwa islam adalah agama yang tertinggi dan tidak ada yang akan bias menyamai ketinggiannya,,,(alislaamu ya’luu wala yu’laa ‘alaih,,,). Jika di ibaratkan islam adalah nada lagu yang sangat indah, yang sangat merdu, bahkan yang paling merdu dari sekian banyak nada yang ada di muka bumi ini, bagaimanapun nada itu akan tetap menjadi yang terindah dan termerdu yang pernah ada siapapun yang menyanyikannya.,. adapun jika terdengar sumbang atau tidak nyaman ditelinga, bukanlah nadanya yang jelek, tetapi sang penyanyinyalah yang tidak mampu memainkan keindahannya… bias jadi sang penyanyi lagi flu, atau serak, sebagus apapun nadanya, jika yang menyanyikannya sedang sakit, maka nada itupun akan terdengar tidak seperti seharusnya karena factor teknis. Jadi bias jadi kitalah sang penyanyi nada indah itu yang sedang sakit saudaraku, maka jika kita ingin kembali mendengar dendangan indahnya nada islam yang kian indah itu, marilah kita perbaiki diri kita agar benar2 mampu untuk menyanyikannya dengan sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;ingatkah kita semua bahwa rasulullah pernah bersabda, di akhir zaman kaumku akan banyak, banyak tak terhitung,tapi bagaikan buih yang bertebaran dilautan, banyak tapi tidak berkekuatan sama sekali….&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Lalu apakah itu kita? Buih itukah kita? Ataukah kita genersai terbaik itu?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Semuanya hanya dapat terukur dengan kontribusi yang dapat kita berikan dimasyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-6459882238332319660?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/6459882238332319660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/keadaan-ummat-islam-saat-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/6459882238332319660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/6459882238332319660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/keadaan-ummat-islam-saat-ini.html' title='Keadaan Ummat islam saat ini'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21879337547440456.post-3321952738608918595</id><published>2009-09-10T23:44:00.000+07:00</published><updated>2009-09-10T23:44:17.877+07:00</updated><title type='text'>Dinamika Gerakan Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: #323232; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mahasiswa telah menggoreskan tinta emas dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, mahasiswa merupakan salah satu kekuatan pelopor dalam setiap perubahan.&amp;nbsp;Tumbangnya Orde Lama tahun 1966, Peristiwa&amp;nbsp;&amp;nbsp;Lima Belas Januari (MALARI) tahun 1974, dan terakhir pada runtuhnya Orde baru tahun 1998 adalah tonggak sejarah gerakan mahasiswa di Indonesia.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sepanjang itu pula mahasiswa telah berhasil mengambil peran yang signifikan dengan terus menggelorakan energi “perlawanan” dan bersikap kritis membela kebenaran dan keadilan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #999999; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: #323232; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menurut Arbi Sanit ada lima sebab yang menjadikan mahasiswa peka dengan permasalahan kemasyarakatan sehingga mendorong mereka untuk melakukan perubahan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mahasiswa mempunyai pandangan luas untuk dapat bergerak di antara semua lapisan masyarakat.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama mengalami pendidikan, mahasiswa telah mengalami proses sosialisasi politik terpanjang di antara angkatan muda.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, kehidupan kampus membentuk gaya hidup unik melalui akulturasi sosial budaya yang tinggi diantara mereka.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Keempat,&lt;/b&gt;&amp;nbsp;mahasiswa sebagai golongan yang akan memasuki lapisan atas susunan kekuasaan, struktur ekonomi, dan akan memiliki kelebihan tertentu dalam masyarakat, dengan kata lain adalah kelompok elit di kalangan kaum muda.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;, seringnya mahasiswa terlibat dalam pemikiran, perbincangan dan penelitian berbagai masalah masyarakat, memungkinkan mereka tampil dalam forum yang kemudian mengangkatnya ke jenjang karier.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #999999; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 19.85pt;"&gt;&lt;span style="color: #323232; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Keingin tahuan yang sangat tinggi menjadikan mahasiswa terus berkembang dalam dunia kampus dan semakin siap untuk menjadikan mereka sebagai problem solver dalam kehidupan bermasyarakat. Ini merupakan potensi sumber daya yang sangat luar biasa untuk di godok dan dikembangkan bukan hanya melalui mimbar akademik yang mereka punyai tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan social kemasyarakatan juga melalui organisasi-organisasi ekstra kurikuler yang telah banyak tumbuh hampir disetiap kampus di negeri kita tercinta ini.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 19.85pt;"&gt;&lt;span style="color: #323232; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Disamping itu daya kritis terhadap suatu system yang alamiah dimiliki oleh mahasiswa (kaum muda intelektual) serta rasa empati yang sangat luar biasa besar terhadap segala sesuatu yang terjadi, keadaan rakyat yang kian hari kian tergerus kesejahteraannya oleh kerasnya system yang dikendarai oleh orang-orang egois dan tidak bertanggung jawab menjadikan mahasiswa sebagai sosok yang sangat strategis dan dibutuhkan keberadaannya dalam tatanan masyarakat. Hal ini juga sekaligus memberikan tanggung jawab besar kepada mahasiswa sebagai insan yang paling lama berada dalam panggung akademis dan paling banyak mendapatkan ilmu disbanding komponen masyarakat lainnya.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 19.85pt;"&gt;&lt;span style="color: #323232; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Peranan dan potensi inilah yang sesungguhnya dijalankan oleh para mahasiswa, atau pun kaum terpelajar pada umumnya, dari mulai zaman kolonial yang kemudian diperankan juga oleh generasi berikutnya sampai saat ini. walaupun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini semakin dirasakan menurunnya daya pengaruh gerakan mahasiswa terhadap perubahan masyarakat umumnya, maupun terhadap proses pengambilan keputusan para elit. Setelah berhasil menggulingkan lokomotif rezim otoriter Orde Baru, Suharto, perubahan substansial dari cara‑cara Orde Baru tidak mengalami perubahan yang signifikan. Bahkan yang timbul adalah kecenderungan berbedanya arah gerakan sebagian mahasiswa dengan apa yang tengah diperjuangkan masyarakat lewat lembaga politik formalnya. Disorientasi gerakan mahasiswa yang terjadi saat ini lebih merupakan suatu konsekuensi logis dari proses perubahan masyarakat itu sendiri yang harus kita upayakan untuk menemukan arah dan tujuannya kembali dan keluar dari area abu-abu yang menjebak dan menumpulkan efektifitas kerja dan optimalisasi posisi yang dimiliki.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 19.85pt;"&gt;&lt;span style="color: #323232; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kaum muda yang dalam hal ini diwakili oleh mahasiswa, menjadi tonggak besar penentu kesejahteraan bangsanya, karena di akui atau tidak zaman ini terus berganti, kekuasaan itu akan terus dipergilirkan. Jika dulu adalah orang tua kita, maka saat ini adalah kita sebagai penentunya. Seperti halnya para pemimpin dan pengambil kebijakan saat ini adalah mahasiswa pada 10-20 tahun yang lalu, maka kita Mahasiswa saat ini, adalah para pengambil kebijakan di kemudian hari. Oleh karena itu marilah kita sebagai generasi muda, mahasiswa Gadjah Mada untuk senantiasa menjaga nilai serta norma yang telah kita pegang dan perjuangkan sampai saat ini dengan terus mengembangkan diri dan memelihara nilai-nlai itu dengan terus berkontribusi bagi rakyat Indonesia.&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 19.85pt;"&gt;&lt;span style="color: #323232; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;HIDUP MAHASISWA!!! HIDUP MAHASISWA!!! HIDUP MAHASISWA!!!&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 19.85pt;"&gt;&lt;span style="color: #323232; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“teruslah ciptakan kebaikan dimana-mana, sampai masyarakat ini mampu menciptakan bagi diri mereka sendiri”[Miftah]&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21879337547440456-3321952738608918595?l=arsitekperadaban21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/feeds/3321952738608918595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/dinamika-gerakan-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/3321952738608918595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21879337547440456/posts/default/3321952738608918595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsitekperadaban21.blogspot.com/2009/09/dinamika-gerakan-mahasiswa.html' title='Dinamika Gerakan Mahasiswa'/><author><name>Miftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17814765996851518505</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
